Kepala LAN RI Tekankan Pentingnya Mindset ASN Sebagai Profesi

Oleh M. Rizaldy

24 September 2018 17:10 1841 VIew

''Kepala LAN RI Dr Adi Suryanto, M.Si didampingi Sekda Papua Barat Drs. Nataniel D Mandacan, M.Si, Asisten I Setda Papua Barat Drs Musa Kamudi, M.Si dan jajaran Pejabat Eselon II Setda Papua Barat, Senin (24/9/2018). Foto : Redaksi''

Manokwari, arfaknews.com - Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) Adi Suryanto menekankan pentingnya pemahaman Aparatur Sipil Negara (ASN) tentang ASN sebagai suatu profesi.

Sebagai Profesi, ASN harus mampu memahami dan mengamalkan Asas, Prinsip, Nilai Dasar, Serta Kode Etik Dan Kode Perilaku Aparatur Sipil Negara dalam mengemban amanat sebagai unsur aparatut negara dan sebagai abdi negara.

Hal tersebut ditekankan Adi Suryanto saat membuka Workshop Champion Innovation, kerja sama antara LAN RI dengan Pemprov Papua Barat yang dilaksanakan selama tiga hari, 24-26 September 2018, di kantor Gubernur Papua Barat.

Pada kegiatan yang mengusung tema ''Akselerasi inovasi tata kelola pemerintahan dalam meningkatkan daya saing daerah (Program Prioritas Nasional 2018),'' Adi menekankan pentingnya merubah mindset atau cara pikir dan cara sikap seorang ASN dari ASN biasa menjadi ASN yang profesional sesuai Profesinya sebagagi ASN.

''ASN atau PNS itu dulu sebagai Abdi Negara, dikasi tugas banyak tapi gajinya rendah, kapanpun dan dimanapun kita siap mengabdi. Tetapi sekarang ASN itu sudah menjadi Jabatan Profesi,'' katanya.

Sebagai sebuah profesi, ASN harus mengetahui tugas dan tanggungjawabnya tanpa disuruh oleh pimpinan. sehingga pergeseran cara pandang ASN dari ASN biasa menjadi ASN sebagai Profesi harus didorong bersama-sama.

''Sebagai jabatan profesi, ASN harus memiliki kompetensi sesuai bidang tugasnya, untuk itu, jangan sampai ada ASN di Negeri ini yang tidak tahu kerja. dengan inilah, birokrasi kita bisa lebih baik lagi,'' tuturnya.

Menurutnya untuk mewujudkan ASN yang profesional tidak hanya sebatas membangun kesadaran, namun harus diikuti dengan kemauan yang kuat untuk melakukan perubahan.

''Faktor kepemimpinan merupakan peran yang sangat strategis dalam membangun perubahan. kalau pemimpinnya memiliki semangat perubahan, maka akan diikuti oleh bawahannya dan sebaliknya kalau pemimpinnya tidak memiliki semangat perubahan, maka bawahannya juga pasti malas melakukan perubahan,'' pungkasnya.

Editor : M. RIZALDY


Berita Terkait