Diminta Kosongkan Huntara, Warga Susweni Mengadu ke Pemprov

Oleh Putra Aryanto

01 October 2018 07:01 892 VIew

''Ratusan warga Susweni, Distrik Manokwari Timur, mendatangi Kantor Gubernur Papua Barat. Meminta kebijakan terkait Huntara ''

Manokwari, arfaknews.com - Ratusan warga Susweni, Distrik Manokwari Timur, Senin (1/10), mendatangi Kantor Gubernur Papua Barat. Mereka mengadukan nasibnya terkait himbauan Pemkab Manokwari agar mengosongkan Huntara tanggal 30 November 2018.

Menurut warga, mereka menempati Huntara sejak satu setengah tahun lalu, karena tidak ditempati oleh warga Borobudur yang merupakan korban kebakaran. Hal ini pun dilakukan atas dasar inisiatif sendiri, dengan harapan menjaga sekaligus merawat Huntara yang tidak ditempati.

“Tanggal 26 September, kami mendapat surat dari Pemkab Manokwari yang menygharuskan kami keluar dari Huntara. Jika kami keluar, mau tinggal dimana lagi,” ujar Melvin Rumbewas, warga Susweni.

Melvin yang juga sebagai Koordinator Aksi ini, mengaku kedatangan warga adalah untuk meminta perhatian sekaligus mendapat solusi dari Pemprov Papua Barat. Terutama, berharap Pemkab Manokwari lebih mempertimbangkan dari sisi kemanusiaan, karena rata-rata warga yang menghuni Huntara belum memiliki rumah tinggal yang tetap.

“Sebelumnya kami hanya kos dan kontrak. Karena Huntara tidak ditempati dan tidak terawat, kami minta ijin RT untuk menghuni Huntara itu,” paparnya sembari mengaku semua warga Susweni merawat dengan baik Huntara tersebut.

Sesuai instruksi Bupati Manokwari Nomor :188.5/82 tanggal 29 Januari 2018, tentang perintah pengosongan bangunan hunian sementara (Huntara) bagi yang bukan korban kebakaran Borobudur.

Instruksi tersebut menegaskan, warga yang bukan korban kebakaran Borobudur, agar mengosongkan tempat bangunan Hunian Sementara hingga tanggal 30 November 2018.

Jauh sebelumnya, Kompleks Borobudur di Distrik Manokwari Barat, terbakar pada Juni Tahun 2016 lalu. Kebakaran tersebut mengakibatkan puluhan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.

Pemkab Manokwari kemudian mengambil kebijakan dengan membangun rumah Hunian Sementara di Susweni, Distrik Manokwari Timur, untuk menampung para korban kebakaran.

Editor : Thias

Berita Terkait