Ini Sejumlah Faktor Penyebab Deflasi Terjadi di Kota Sorong

Oleh Hanafi Tianlean

01 October 2018 07:01 50 VIew

''Kepala Badan Pusat Statistik Kota Sorong, Nurhaida Sirun, saat memaparkan perkembangan IHK Per September 2018''

Sorong, arfaknews.com – Badan Pusat Statistik Kota Sorong merilis perkembangan indeks Harga Konsumen per September Tahun 2018. Dari 82 kota di Indonesia, hanya 16 kota yang mengalami Deflasi.

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Sorong, Nurhaida Sirun, mengatakan secara keseluruhan di Indonesia, Kota Sorong menduduki peringkat ke 80.

Menurutnya, Deflasi di Kota Sorong terjadi karena penurunan indeks pada Kelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar -0,38 Persen. Kemudian, Kelompok Sandang -1,31 Persen dan Kelompok Bahan Makanan -3,19 Persen.

Sementara, Kelompok Pengeluaran yang mengalami kenaikan harga adalah Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0,42 Persen, Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0,13 Persen, Kelompok Kesehatan 0,12 Persen, Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga sebesar 0,09 Persen.

“Tingkat Inflasi Tahun Kalender September 2018 sebesar 4,96 Persen, sementara tingkat Inflasi tahun ke tahun (September 2018 terhadap September 2017) sebesar 4,64 Persen,” singkatnya.

Sebelumnya, Kota Sorong mengalami tingkat Inflasi tertinggi pada bulan Agustus 2018 sebesar 0,51 Persen dengan IHK 136,46 Persen. Hal ini terjadi karena beberapa hal, diantaranya perubahan indeks harga barang dan jasa seperti bahan makanan, sandang, rokok, rekreasi dan olahraga serta bahan bakar.

Editor : Thias

Berita Terkait