Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi Rugikan Nelayan di Kota Sorong

Oleh Hanafi Tianlean

02 October 2018 07:01 192 VIew

''Sejumlah nelayan di Kota Sorong saat gelar jumpa pers. Mereka mengaku sulit melaut karena waktu tersita dengan kasus dugaan penyimpangan BBM Subsidi. Foto : Hanafi/A'News''

Sorong, arfaknews.com – Kasus dugaan penyalahgunaan BBM Subsidi yang kini ditangani penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Papua Barat, mendapat beragam tanggapan dari sejumlah nelayan.

Para nelayan menilai kasus ini ikut merugikan mereka karena tidak bisa melaut. Pasalnya, mereka tidak bisa mengisi BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Pelabuhan Perikanan Kota Sorong.

“Bagaimana mau terjadi penimbunan ?. kebutuhan BBM kita untuk melaut kadang tidak cukup,” ujar Mapease, mewakili rekan-rekan nelayan lain saat jumpa pers di Kota Sorong.

Ia mengaku tidak mengetahui kasus tersebut, apakah benar terjadi penimbunan BBM atau tidak. Yang pasti, pemeriksaan yang digelar Tim Penyidik Polda Papua Barat, menyita waktu mereka hingga tidak bisa melaut.

“Pemeriksaan bisa berlangsung hingga satu hari. Dengan demikian, tidak ada waktu lagi untuk kita melaut,” bebernya sembari berharap kasus ini cepat diselesaikan.

Penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Papua Barat, sejauh ini sudah mengeluarkan Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP). Kini, penyidik sedang mengumpulkan alat bukti dan bersiap menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Dugaan penyalahgunaan BBM Subsidi untuk nelayan, oleh PT.Alam Indah Utama Mandiri di Kota Sorong, muncul saat ditemukan data fiktif penerima BBM Subsidi. Sejumlah kapal nelayan yang sudah tidak berfungsi, masuk dalam daftar penerima BBM Subsidi oleh PT. Alam Indah Utama Mandiri.

Sejauh ini, Tim Tipikor Polda Papua Barat telah memeriksa 10 orang saksi dari kasus yang diduga mengakibatkan kerugian Negara hingga Milyaran Rupiah ini.

Editor : Thias

Berita Terkait