Perkembangan Pariwisata Dongkrak Angka Hunian Hotel Di Papua Barat

Oleh FX Putra Aryanto

03 October 2018 07:01 133 VIew

''Salah satu hotel berbintang tiga di Manokwari, Papua Barat. Foto : arfaknews.com | FX Putra Aryanto''

Manokwari, arfaknews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat mencatat Tingkat Penghunian Kamar ( TPK ) hotel berbintang di Papua Barat pada bulan Agustus 2018 sebesar 58,15% atau naik 1,60% dibandingkan TPK Juli 2018 yang mencapai 57,23%. Pariwisata di Papua Barat ikut mendongkrak angka hunian kamar hotel.

Kepala Bidang Satistik Distribusi Hendra Wijaya, Rabu (3/10) mengungkapkan tingginya angka hunian kamar hotel berbintang di Papua Barat dipengaruhi oleh meningkatnya kunjungan wisatawan domestik dan wisatawan asing di Papua Barat.

Dia mengungkapkan, rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik pada hotel berbintang di Papua Barat mencapai 1,76 hari atau 1 - 2 hari. Selama Agustus 2018 terjadi peningkatan 4,89% jika dibanding rata-rata lama menginap pada bulan Juli 2018.

Lanjut Hendra Wijaya, secara keseluruhan rata-rata lama menginap tamu asing Agustus 2018 sebesar 1,56 hari atau 1 - 2 hari, sedangkan tamu domestik Sebesar 1,78 Hari.

"Saya pikir hal ini terjadi karena semakin meningkatnya jumlah wisatawan di Indonesia khususnya di Papua Barat, maka perlu diimbangi dengan peningkatan penyediaan kamar dan akomodasi pada hotel,'' ungkap Hendra Wijaya pada konferensi Pers di Kantor BPS Papua Barat.

Menurutnya, penambahan kamar dan akomodasi hotel harus dilakukan agar tidak menimbulkan Kesenjangan antara permintaan dan penawaran atas kamar dan akomodasi.

Ia menerangkan, akomodasi merupakan faktor yang sangat penting, karena merupakan rumah sementara bagi wisatawan yang mengharapkan kenyamanan, pelayanan yang baik, dan kebersihan, serta layanan prima lainnya. Seperti diketahui pariwisata mempunyai peran penting dan strategis dalam pembangunan nasional. Undang-undang RI Nomor 10 Tahun 2009, telah mengatur tentang kepariwisataan.

Ia menekankan, kepariwisataan bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, menghapuskan kemiskinan, mengatasi pengangguran, serts memajukan kebudayaan dan mengangkat Citra Bangsa.

"Ini terlihat dari perkembangan industri perhotelan, salah satunya dapat dilihat melalui indikator tingkat penghunian kamar hotel dan rata-rata lamanya tamu menginap, serta tingkat penghunian kamar hotel menjadi tolak ukur dari Jumlah kamar yang telah di sewakan atau dihuni, dibandingkan dengan jumlah kamar yang tersedia di hotel tersebut dan rata-rata lamanya tamu menginap, serta banyaknya tempat tidur yang dipakai tamu yang datang menginap dapat dibedakan antara tamu asing dan tamu domestik ",tutupnya.

Editor : Rizaldy

Berita Terkait