WWF Pos Teluk Bintuni Genjot Perijinan Kapal Nelayan Tradisional

Oleh Wawan Gunawan

03 October 2018 07:01 251 VIew

''Puluhan nelayan Kampung Nelayan Distrik Bintuni Timur saat pembagian Surat Ijin Tangkapan, Rabu (3/10). Foto : arfaknews.com | Wawan Gunawan.''

Bintuni, arfaknews.com - World Wide Fund For Nature (WWF) Pos Teluk Bintuni terus melakukan pendataan dan pengukuran kapal milik nelayan tradisional di Kabupaten Teluk Bintuni. pengukuran kapal nelayan untuk memudahkan nelayan tradisional terhadap akses perijinan usaha tangkapan di wilayah perairan Teluk Bintuni.

Proses pendataan dan pengukuran kapal nelayan dimulai sejak 27 Agustus 2018 hingga 2 September 2018. sedikitnya 253 kapal milik nelayan tradisional di Bintuni telah terdaftar. namun hanya 166 kapal nelayan yang mendapat ijin tangkap.

Enumerator WWF Pos Teluk Bintuni Maximus Yampapi, Rabu (3/10) mengatakan, WWF bersama DKP Provinsi Papua Barat, KSOP Papua Barat, PTSP Provinsi dan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Teluk Bintuni telah mendata dan melakukan pengukuran kapal nelayan tradisional dengan bobot tuju Gros Ton (GT) dan kapasitas mesin 26 PK.

Selain melakukan pendataan dan pengukuran kapal, WWF Pos Teluk Bintuni juga melakukan pendataan alat tangkap nelayan tradisional seperti alat tangkap jaring hanyut untuk ikan congge, dan jaring tramel net untuk alat tangkap udang.

Dia mengutarakan, fokus pendataan dan pengukuran kapal dilakukan di tiga Distrik, yakni Kampung Nelayan Distrik Bintuni Timur, Kampung Banjar Asoiy Satuan Permukiman (SP) 4 Distrik Manimeri dan RKI Kampung Sidomakmur Distrik Aroba.

Ia merincikan jumlah nelayan yang telah mendapatkan ijin tangkap dari hasil pendatataan dan pengukuran kapal yang dilakukan terhadap 253 Nelayan di tiga Distrik sasaran program WWF Pos Teluk Bintuni yakni, 84 Kapal di Distrik Bintuni Timur, 24 Kapal di Distrik Manimeri, dan 91 Kapal di Distrik Aroba.

Meskipun telah melakukan pendataan dan pengukuran, namun belum semua nelayan mendapatkan ijin tangkap. untuk Distrik Bintuni Timur dari 84 Kapal yang diukur, baru 54 nelayan yang mendapat ijin, untuk Distrik Aroba, dari 91 Kapal yang diukur baru 88 kapal yang mendapat ijin dan untuk Distrik Manimeri dari 24 kapal yang didata semuanya telah mendapat surat ijin tangkap.

''Total kapal yang ukur di Distrik Bintuni Timur ada 84 kapal, namun yang ijin tangkap yang terbagi hanya 54, sedangkan di Kampung Banjar Asoi SP 4 Distrik Manimeri ada 24 kapal, dan Kampung Sidomakmur atau Distrik Aroba ada 91 kapal namun yang terbagi hanya 88 kapal,'' tandasnya.

Editor : Rizaldy

Berita Terkait