Tunggakan Pajak Kendaraan Dinas Pemkab Bintuni Capai Ratusan Juta

Oleh Wawan

04 October 2018 12:10 1782 VIew

''Pelaksana Tugas UPT Samsat Teluk Bintuni, Fransiskus Sugianto. Wawan | arfaknews.com''

Bintuni, arfaknews.com – Jumlah kendaraan di Kabupaten Teluk Bintuni sudah mencapai lebih dari sepuluh ribu. Namun, kesadaran membayar pajak kendaraan menjadi masalah yang dihadapi Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Samsat Kabupaten Teluk Bintuni.

Pelaksana Tugas UPT Samsat Teluk Bintuni, Fransiskus Sugianto, mengaku kesadaran masyarakat untuk membayar pajak kendaraan masih rendah.

“Saat ini pembayaran pajak kendaraan sesuai Standar Operasional Prosedur. Tetapi kendaraan yang membayar pajak di Bintuni tidak sampai 50 Persen. Ini berbeda dengan Tahun 2017,” ujarnya, Rabu (3/10).

Menurut Frnsiskus, hingga kini kendaraan plat merah atau milik Pemkab Bintuni menunggak pajak kendaraan hingga Rp.200 Juta lebih.

“Saya sudah mebahas hal ini dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD),” bebernya.

Rencana pemutihan pajak kendaraan dalam rangka HUT Provinsi Papua Barat, dinilai sebagai salah satu langkah untuk meringankan pemilik kendaraan. Pemutihan pajak kendaraan ini berlaku hingga tanggal 31 Oktober.

“Pemutihan itu hanya dendanya saja, bukan pokok pajak. Jika lewat batas waktu yang ditentukan, pembayaran pajak kendaraan akan normal kembali,” paparnya.

Sementara, rata-rata keterangan beberapa pemilik kendaraan saat razia kendaraan belum lama ini, menyebut kondisi ekonomi saat ini sebagai alasan utama belum membayar pajak kendaraan.

Editor : Thias


Berita Terkait