Ratusan Orang Mengamuk, Dua Rumah dan Satu Pos Polisi Dirusak

Oleh Hanafi Tianlean

04 October 2018 07:01 298 VIew

''Ratusan Massa KKST Saat Beraksi di Kota Sorong, Buntut Meninggalnya Seorang Nelayan. Hanafi Tianlean | arfaknews.com''

Kota Sorong, arfaknews.com – Ratusan massa dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST), Kamis (4/10), mengamuk serta merusak dua rumah di Jembatan Puri Klademak Pantai, Kelurahan Klaigi, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat.

Aksi ini merupakan buntut dari satu nelayan yang meninggal dunia, La Tajudin (40 Tahun), yang diduga sebagai korban penganiayaan oleh pelaku.

Massa yang membawa kayu dan batu serta beragam sajam, langsung merusak dua rumah di kawasan tersebut yang diduga sebagai milik terduga pelaku.

Karena jumlahnya tak sebanding, polisi kemudian melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa.

Apalagi, sebuah pos polisi di dekat kawasan itu menjadi korban lemparan. Beberapa kaca pos pun pecah akibat lemparan batu. Polisi kemudian bergerak cepat dan megnamankan beberapa orang yang diduga menjdi pelaku pelemparan.

Aksi ini dilakukan lantaran kekesalan warga terhadap pelaku yang selama ini diduga melakukan intimidasi terhadap nelayan. Pelaku juga sebelumnya pernah melakukan hal yang sama terhadap salah satu anggota Brimob yang sedang melaksanakan tugas pengawasan di lokasi tersebut.

“Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi untuk kasus ini di Polres Sorong Kota. Tadi massa juga diminta agar tidak melakukan pengerusakan, agar tidak menimbulkan masalah baru,” ujar Koordinator Aksi, Syarif Nari yang juga sebagai anggota DPRD Kota Sorong.

Korban sebelumnya sempat dilarikan ke rumsah sakit dan mendapat perawatan medis, namun akhirnya meninggal dunia akibat luka yang dideritanya. Jasad La Tajudin pun sudah diterbangkan Kamis pagi dari Bandara DEO Sorong menuju kampung halamannya di Baubau Sulteng.

Polres Kota Sorong, siap membackup pengamanan di Jembatan Puri, demi kelancaran aktivitas nelayan dan masyarakat.

“Serahkan kasus ini kepada kami. Saya akan usut hingga tuntas,” tegas Kapolres Sorong Kota, AKBP Mario Cristy Siregar.

 

Editor : Thias

Berita Terkait