Ini Dia 5 Sub Sektor yang Sebabkan NTP Papua Barat Turun

Oleh Putra Aryanto

04 October 2018 07:01 143 VIew

''Kepala Bidang (Kabid) Distribusi BPS Papua Barat, Hendra Wijaya. Putra Aryanto | arfaknews.com''

Manokwari, arfaknews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) September turun sebesar 100,35 Persen atau turun 0,06 Persen dibanding bulan Agustus 2018.

Penurunan NTP terindikasi akibat turunnya indeks harga yang diterima petani (It) 0,32 Persen dan turunnya laju indeks harga yang dibayar petani (Ib) 0,26 Persen.

“Pada September lalu, NTP Papua Barat menurut subsektor masing-masing diantaranya subsektor Tanaman Pangan 96,97 Persen, Holtikultura 108,66 Persen, Tanaman Perkebunan Rakyat 92,97 Persen, Peternakan 99,16 Persen serta Perikanan 102,55, Persen,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Distribusi BPS Papua Barat, Hendra Wijaya, Rabu (3/10).

Menurutnya, indeks harga yang diterima petani (It) dari lima subsektor, menunjukan fluktuasi harga yang  beragam sesuai komoditas pertanian dari hasil petani.

“Jika kita bandingkan dengan indeks harga yang diterima petani (It) pada Agustus 2018 adalah dari 131,49 Persen menjadi 131,06 Persen,” tambahnya.

Sementara itu turunnya It subsektor Holtikultura sebesar 1,63 Persen ditenggarai memicu turunnya It Papua Barat bulan pada bulan September lalu. Penurunan It Papua Barat September terjadi karena It subsektor Holtikultura turun sebesar 1,63 persen, Tanaman Perkebunan Rakyat 0,42 Persen.

Sedangkan yang mengalami peningkatan It yaitu subsektor Peternakan 0,72 Persen, Perikanan 0,48 Persen dan Tanaman Pangan 0,33 Persen.

Seperti diketahui juga indeks harga yang dibayar petani (Ib) Papua Barat juga mengalami penurunan sebesar 0,26 Persen. Ib Papua Barat secara agregat mengalami penurunan dari nilai 130,95 Persen menjadi 130,60 atau turun sebesar 0,26 Persen.

“Penurunan Ib gabungan tersebut didorong turunnya Ib subsektor Tanaman Pangan 0,28 Persen, Holtikultura 0,23 Persen, Perkebunan Rakyat 0,44 Persen, Peternakan 0,06 Persen dan Perikanan 0,31 Persen,” terang Hendra.

Editor : Thias

 

 

Berita Terkait