Ketua Dewan Pers Ajak Media di Papua Barat Penuhi Kebutuhan Informasi dan Hindari Hoax

Oleh Putra Aryanto

06 October 2018 07:01 164 VIew

''Workshop dan Sosialisasi Program Bakti Untuk Negeri, Jumat (5/10) di Manokwari. Putra Aryanto | arfaknews.com''

Manokwari, arfaknews.com – Perkembangan media massa tak lepas dari perkembangan jaman dan teknologi yang pesat. Jika dulunya masyarakat sudah biasa dengan media TV dan Cetak, kini muncul media online yang bisa diakses kapan pun. Asal, didukung dengan akses jaringan internet yang memadai.

Ketua Dewan Pers Indonesia, Yosep Adi Prasetyo, membenarkan kebutuhan masyarakat terhadap informasi saat ini cukup tinggi. Namun harus dibarengi dengan kebutuhan sarana dan pra sarana jaringan telekomunikasi termasuk internet.

“Kebutuhan jaringan internet di suatu wilayah merupakan hal yang sangat krusial, dimana kebutuhan jaringan komunikasi benar-benar di butuhkan oleh masyarakat luas termasuk di Papua dan Papua Barat,” jelasnya saat Workshop dan Sosialisasi Program Bakti Untuk Negeri, Jumat (5/10) di Manokwari.

Sesuai tugas Dewan Pers Pasal 15 Ayat (2) UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, antara lain mengkaji pengembangan kehidupan pers, (e) Mengembangkan komunikasi antara pers, masyarakat dan pemerintah.

Program BP3TI sendiri untuk melakukan kegiatan workshop dan sosialisasi melaui program Bakti Untuk Negeri, Pengembangan Eksosistem Pers Melalui Pembangunan Infrastruktur IT, yang akan dilaksanakan di 34 provinsi di Indonesia. Antara lain ditujukan untuk meningkatkan fungsi dan peran pers dalam perkembangan kehidupan demokrasi di Indonesia.

Menurut Yosep, Dewan Pers mendukung penuh Program Bakti Untuk Negeri, sebagai upaya mewujudkan keterbukaan akses jaringan internet dan komunikasi. Dengan harapan dalam waktu dekat akan terealisasi di Papua dan Papua Barat.

“Media juga harus menjadi clearing house, untuk  mencari informasi secara benar dan akurat agar informasi hoax yang berkembang dapat diklarifikasi dan diluruskan.

“Informasi Hoax bisa membuat masyarakat panik.  Banyak contoh beredarnya informasi informasi Hoax dari media sosial maupun group jejaring sosial. Salah satu tugas media adalah mengklarifikasi kebenarannya,” terang Yosep.

Selain itu penguatan serta pemberdayaan ekosistem Pers melalui ketersediaan infrastruktur telekomunikasi dan informasi, peran dan tugas media dapat menjadi garda terdepan informasi yang aktual, berimbang dan independen.

“Agar informasi yang diterima masyarakat dapat menjadikan media untuk menjadi suatu referensi utama dalam mencari kebenaran informasi,” pungkasnya.

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Dewan Pers dan Kementrian Komunikasi dan Informatika dalam rangka penguatan sumber informasi berdasarkan pemenuhan kebutuhan sarana dan pra sarana jaringan di 34 provinsi se-Indonesia.

Editor : Thias

Berita Terkait