ICBE 2018 Awali Harapan Keanekaragaman Hayati dan Ekonomi Berkelanjutan di Tanah Papua

Oleh Putra Aryanto

08 October 2018 07:01 210 VIew

''Kegiatan ICBE di Audotorium PKK Pemprov Papua Barat, Minggu (7/10). Putra Aryanto | arfaknews.com''

Manokwari, arfaknews.com – Keanekaragaman hayati di Tanah Papua merupakan setengah dari total jumlah keanekaragaman hayati Indonesia, secara khusus flora dan fauna endemik. Papua diberkahi kekayaan alam dan keanekaragaman ekosistem yang luar biasa seperti, hutan, pantai, terumbu karang, danau dan sungai serta gletser tropis.

International Conference Biodiversty Ecotourism and Creative Economi (ICBE), menjadi pagelaran awal dari konferensi pertama di dunia yang digelar di Manokwari, Papua Barat. ICBE digelar sejak Minggu, (7/10) hingga Rabu (10/10).  

Kegiatan di Auditorium PKK Papua Barat ini, membahas serta menampilkan seni kebudayaan lokal. Ketua Panitia ICBE 2018, Prof. Charlie Heatubun, mengatakan ICBE merupakan perayaan kemajuan Papua-Papua Barat dalam target keanekaragaman hayati.

“Peserta yang hadir berjumlah 1.073 orang. Ini melampaui ekspetasi 750 peserta yang mendaftar. ICBE juga menampilkan pameran, festival seni dan makanan lokal, termasuk penandatanganan dengan mitra pembangunan di Papua dan Papua Barat,” terangnya.

Gubernur Provinsi Papua diwakili Asisten II Setda Papua, Noah Kapisa, mengungkap potensi dan kontribusi ICBE bertujuan untuk menjaga serta memperhatikan keberlanjutan, keberagaman hayati Papua.

“Provinsi Papua dan Papaua Barat menyimpan keanekaragaman hayati. Dengan kegiatan ini, dunia mengatahui ada beragam ekosistem dan budaya di Papua dan Papua Barat,” bebernya.

senada, Gubernur Papua Barat, Drs.Dominggus Mandacan, menilai selain budaya, kesejahteraan perekonomian masyarakat lokal juga dapat ditingkatkan dengan kegiatan ini.

Sampai saat ini Tanah Papua dihuni 15-20 Ribu spesies tumbuhan (55% adalah endemik) termasuk 2.000 spesies Anggrek, burung 602 spesies (52% adalah spesies endemik), mamalia 125 spesies (58% spesies endemik), dan Herpetofauna (Reptilia dan Amfibia) 223 spesies (35% spesies endemik), 25 spesies ikan air tawar dan 1.200 spesies ikan laut. Diperkirakan 150.000 spesies serangga (Alison, 2007; Marshall & Behler, 2013). Selain itu, di Tanah Papua juga kaya akan Sumber Daya Alam berupa Migas dan mineral serta adat istiadat.

Tercatat pula 265 bahasa lokal yang melambangkan suku-suku yang ada dengan beragam kearifan lokal dan menjadi modal dasar bagi pembangunan ekonomi hijau, biru dan jingga atau ekonomi berkelanjutan berbasis lahan, laut dan kreativitas.

Editor : Thias

Berita Terkait