Polres Manokwari Ringkus Enam Pelaku Kejahatan, Dua Dibawah Umur, 3 Oknum Mahasiswa

Oleh Charles Maniani

08 October 2018 07:01 187 VIew

''Enam Pelaku berbagai modus kejahatan yang diamankan Polres Manokwari, Senin (8/10). Charles Maniani | arfaknews.com''

Manokwari, arfaknews.com – Enam pelaku kejahatan yang selama ini meresahkan ketertiban umum diringkus Polres Manokwari. Beberapa pelaku diantaranya merupakan pelaku yang sering membuat onar di sekitar Pasar Tingkat Sanggeng. Sementara, tiga pelaku lainnya merupakan oknum mahasiswa yang terlibat kasus pencurian dan ditangani Polsek Amban.

Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi, melalui Wakapolres, Kompol Winarto, mengatakan, keenam pelaku ditangkap secara berbeda. Dua diantaranya bahkan masih dibawah umur dan biasa beroperasi di sekitar wilayah Sanggeng.

“SAA dan RDM, (14 Tahun), merupakan pelaku dibawah umur, dengan jumlah TKP yang cukup banyak. Dimana, tujuh TKP untuk pelaku SAA dan delapan TKP untuk RDM. Keduanya sering beroperasi di sekitar Pasar Sanggeng hingga Terminal,” jelasnya saat konferensi pers di Mapolres, Senin (8/10).

Sementara, NB, satu pelaku lainnya kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polres Manokwari. NB diduga kuat merupakan jaringan dari SAA dan RDM. Untuk saat ini, identitasnya sudah dikantongi dan diharapkan segera menyerahkan diri secepatnya.  

Satu pelaku lainya, YDM (20 Tahun), ditangkap tanggal 3 Oktober, karena merampas sebuah tas hitam berisi Hardisk, HP Vivo berwarna biru dan buku tabungan, tanggal 18 September lalu di perempatan lampu merah Sanggeng.

Sedangkan, tiga pelaku lainnya, A dsn W (21Tahun) dan S (19 tahun) merupakan oknum mahasiswa yang ditangkap karena mencuri barang dari sebuah kios di Amban. Ketiganya beraksi saat dalam pengaruh minuman keras dan kini menjadi tahanan titipan dari Polsek Amban di Polres Manokwari.

“Para pelaku ini tidak segan-segan melukai korban. Pesan kami, masyarakat selalu waspada. Kami tidak tidur dan terus bekerja 24 jam,” terangnya.

Masyarakat Manokwari, terutama yang berkendara, tak lupa diingatkan untuk tidak menggantung tas sembarangan. Karena, para pelaku jambret ini sangat lihai dan bisa beraksi meski dalam kesempatan sekecil apapun.

“Jika masyarakat menemui hal mencurigakan, segera melapor. Kami jamin rahasia identitas pelapor. Kami juga minta kerja sama masyarakat untuk meminimalisir aksi tindak kejahatan di jalanan,” paparnya.

Keenam pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal pidana 7 Tahun penjara, Khusus untuk kedua pelaku dibawah umur (SAA dan RDM), Wakapolres menegaskan berkas tetap akan naik hingga meja pengadilan. 

Editor : Thias

Berita Terkait