Ditargetkan Rampung 2020, Pengerjaan RS Rujukan Malah Terbentur Anggaran

Oleh Putra Aryanto

10 October 2018 07:01 172 VIew

''Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan. Putra Aryanto | arfaknews.com''

Manokwari, arfaknews.com - Harapan masyarakat dengan hadirnya Rumah Sakit Rujukan Provinsi Papua Barat, rupanya belum bisa terwujud dalam waktu dekat. Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan, mengaku kebutuhan anggaran menjadi masalah utama.

“Masih butuh sekitar Empat Ratus Milyar Rupiah untuk penyelesaian Rumah Sakit Rujukan Provinsi Papua Barat.  Pembangunan dilakukan Tahun 2015 dengan mengandalkan APBD Papua Barat, tanpa bantuan pemerintah pusat,” jelasnya, Rabu (10/10).

Pemprov Papua Barat berkali-kali mengajukan permohonan bantuan ke pusat, namun hasilnya nihil. Makanya harapan realisasi RS RujukanProvinsi Tahun 2020, masih dalam tanda tanya.

“Target awal Tahun 2020 sudah digunakan, tetapi terbentur masalah anggaran. Yang pasti setiap tahun ada pos anggaran untuk melanjutkan pembangunan ini,” bebernya.

Saat berkunjung ke Manokwari, Komisi V DPR RI melihat dari dekat lokasi pembangunan RS Rujukan Provinsi dan berharap cepat terealisasi.

“Komisi IX DPR RI juga berkomitmen agar pembangunan rumah sakit itu didanai dalam APBN Perubahan. Mereka juga siap mendorong percepatan pembangunan itu,” ujar Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, sebelumnya.

Pembangunan awal Rumah Sakit Provinsi menggunakan Dana Otsus Tahun 2015 lalu. Namun, keterbatasan anggaran yang kini menjadi kendala, karena provinsi hanya mendapat 10 persen dari dana tersebut.

Sesuai rencana, Rumah Sakit Rujukan Provinsi, akan menyiapkan 46 tenaga dokter spesialis. Ini merupakan salah satu program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Periode 2017-2022, sesuai Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah(RPJMD).

 

Editor : Thias

Berita Terkait