Kabupaten Pegaf Resmi jadi Daerah Otonomi Mandiri

Oleh Redaksi

11 October 2018 07:01 228 VIew

''Wakil Bupati Marinus Mandacan bersama Kabag Pemerintahan dan Otda Setda Kabupaten Pegaf, Nelson Sayori, S.Si, M.Si, menerima Piagam Penghargaan dari Presiden Joko Widodo, DiwakilI Mendagri Tjahjo Kumolo, melalui Dirjen Otda Kemendagri, Soni S.''

Manokwari, arfaknews.com – Tanggal, 11 Oktober 2018 patut ditorehkan dalam catatan sejarah Kabupaten Pegunungan Arfak, sebagai babak baru pembangunan di Kabupaten pemekaran dari Kabupaten Manokwari pada 25 Oktober 2012 silam. Tepat 11 Oktober 2018, kabupaten ini melepas statusnya dari Daerah Otonomi Baru (DOB) menjadi Daerah Otonomi Mandiri.

Kepala Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Kabupaten Pegaf Nelson Sayori, S.Si, M.Si, Kamis (11/10) mengungkapkan, Untuk menyandang status sebagai Daerah Otonomi Mandiri tidak semudah yang diharapkan, Pemerintah dan masyarakat di Kabupaten ini harus bergelut dengan serangkaian evaluasi yang syaratkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2010.

“Puji Tuhan, Kami bersyukur Tuhan Yang Maha Kuasa dan berterimakasih kepada seluruh masyarakat Pegaf, para pejuang pemekaran, dan Jajaran Pemda Pegaf yang terus memberikan dukungan kepada Pemerintah Pegaf untuk membuktikan Pegaf layak menjadi sebuah kabupaten yang mandiri,” kata Nelson via telepon kepada arfaknews.com.

Nelson Mengutarakan, Untuk membuktikan daerah ini layak menjadi Kabupaten Otonomi Penuh, sejak awal terbentuknya pemerintahan dibwah kepemimpinan Drs. Dominggus Mandacan sebagai karateker Bupati (22 April 2013 – 24 April 2015) dan digantikan oleh Yusak Wabia (24 April 2015 – 17 Februari 2016) hingga terpilihnya Yosias Saroy sebagai Bupati definitive (17 Februari 2016) terus mendorong pembangunan dan penataan pemerintahan, pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi kerakyatan.

Perjuangan panjang itu tutur Nelson, akhirnya membuahkan hasil, Kamis 11 Oktober 2018, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak yang diwakili oleh Wakil Bupati Pengunungan Arfak, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Kabupaten Pegunungan Arfak dan Kepala Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Kabupaten Pegunungan Arfak bersama Kabupaten Manokwari Selatan dan 17 Kabupaten, Kota dan Provinsi resmi menerima Piagam Penghargaan atas hasil evaluasi DOB dan resmi ditetapkan sebagai Daerah Otonomi Mandiri (Penuh).

Ia pun merincikan 10 aspek penilaian kriteria evaluasi DOB berdasarkan Permendagri Nomor 23 Tahun 2010, yakni, pertama, pembentukan OPD, kedua, pengisian personil ASN, ketiga, pengisian keanggotaan DPRD, keempat, penyelenggaraan urusan wajib dan urusan pilihan, kelima, keuangan daerah, keenam, pengalihan asset, peralatan, dan dokumen dari darah induk/provinsi, ketuju, penetapan batas daerah, kedelapan, sarana dan prasarana pemerintahan, kesembilan, RTRW dan kesepuluh pemindahan ibukota.

Dia berharap, dengan disematkannya Pegaf sebagai Kabupaten Otonomi Mandiri oleh Presiden Joko Widodo yang diwakilkan pada Mendagri Tjahjo Kumolo melalui Dirjen Otda Kemendagri Dr. Sony Sumarsono kegiatan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan di 18 DOB yang dibentuk pada tahun 2012 hingga 2014, maka status Otonomi Mandiri ini menjadi babak baru pemerintahan secara mandiri dari Kabupaten Manokwari sebagai Kabupaten Induk.

Kegiatan yang diselenggarakan di Kota Solo, Tanggal 10 sampai 12 Oktober 2018 ini diikuti oleh 17 Kabupaten dan Kota ditambah satu Provinsi yang dibentuk pada Tahun 2012 hingga 2014 ini juga diiukuti oleh Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan, dengan ditetapkannya Kabupaten Pegaf dan Kabupaten Manokwari Selatan sebagai Kabupaten Otonomi Mandiri, maka status kedua kabupaten yang dimekarkan dari kabupaten Manokwari sebagai Kabupaten induk ini sudah memiliki status yang sama dengan kabupaten/kota lainnya di Indonesia.

Editor : Rizaldy

Berita Terkait