Desainer Shasa Davies Siapkan Sentuhan Artistik Dunia Modeling bagi Gerenasi Muda Papua

Oleh Putra Aryanto

16 October 2018 07:01 237 VIew

''Shasa Yoan Davies, Desainer Papua asal Kabupaten Merauke, saat jumpa pers dengan wartawan di Manokwari, Selasa (16/10). Foto : Putra Aryanto | arfaknews.com''

Manokwari, arfaknews.com – Mungkin banyak yang belum mengenal sosok Shasa Yoan Davies, Desainer Papua asal Kabupaten Merauke. Tak heran karena perancang busana ini lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga di Australia.

Berangkat dari salah satu perguruan tinggi di Australia, dirinya mulai belajar dengan mengambil jurusan fashion dan artistik selama 4 tahun. Setelah lulus, ia mulai berkarya di dunia modeling hingga saat ini. 

Shasa merupakan Desainer yang cukup dikenal di Negeri Kangguru. Salah satu rancangan yang sempat menyita perhatian adalah membuat baju dari Karung Goni pada sebuah acara di Australia.

Kini, ibu 3 anak ini kembali ke Tanah Papua dengan tekad mengangkat dunia modeling bagi generasi muda Papua. Dua agenda besar yang masuk rencananya adalah menggelar panggung Fashion Akbar di Jayapura dan Manokwari.

“Agenda di Jayapura nanti ada peragaan busana dari kulit kayu. Sementara untuk di Manokwari tanggal 31 Desember 2018, saya akan tampilkan desain salah satu busana dari daun,” jelasnya kepada wartawan saat jumpa pers di Manokwari, Selasa (16/10).

Menurutnya, agenda pagelaran show busana ini akan memamerkan koleksi-koleksi terbaik, termasuk kreasi artistik yang terinspirasi dari kisah perjalanan pribadinya. Nantinya akan dipadukan dengan pergerakan sosial budaya saat ini di Papua.

“Saya ingin berbagi pengalaman dibidang fashion untuk generasi muda Papua, karena Saya melihat untuk fashiom masih kurang banyak dilirik, sehingga perlu untuk dimajukan dan mengangkat kreatifitas anak muda Papua,” terangnya.

Shasa mengaku berencana mengusung tema natural, dimana para peraga juga merupakan anak-anak muda Papua. Tujuannya, peragaan busana nanti dapat memberi inspirasi kepada kaum muda Papua.

Ia mengaku menjadi seorang desainer tidaklah muda karena membutuhkan tekad dan usaha serta kerja keras, termasuk modal (uang) yang tidak sedikit. Beruntung, modal bukan masalah baginya karena mendapat dukungan penuh dari suami berkebangsaan Inggris namun menetap di Australia.

“Saya yakin ada anak Papua yang memiliki potensi handal di bidang fashion. Tinggal bagaimana kita mendukung agar kemampuan generasi muda Papua ini nampak,” kata Shasa sembari berharap hal ini didukung Pemprov Papua Barat dan Pemkab Manokwari.

Setelah mendapat respon yang baik dari SMA Negeri 1 Manokwari, sesuai rencana Shasa dan tim akan kembali berkunjung ke SMA Negeri 2 dan SMA YPPK Villanova, Rabu (17/10).

Editor : Thias 

Berita Terkait