Menteri Yohana Ajak Kaum Perempuan Papua Barat Melawan Diskriminasi

Oleh Putra Aryanto

17 October 2018 07:01 108 VIew

''Menteri PPPA, Prof. Dr.Yohana Susan Yembise, Dip, Ampling, MA, saat berada di Universitas Papua, Rabu (17/10). Foto : Putra Aryanto | arfaknews.com ''

Manokwari, arfaknews.com – Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), menerima banyak aduan berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Papua Barat.

Saat berada di Manokwari, Papua Barat, Menteri PPPA, Prof. Dr.Yohana Susan Yembise, Dip, Ampling, MA, mengaku banyak laporan kekerasan yang dialami perempuan dan anak.

Ia mengajak kaum perempuan di Papua Barat harus memberanikan diri untuk melaporkan tindak kekerasan kepada pihak berwajib dan instansi terkait.

“KDRT, entah fisik maupun kekerasan terhadap anak paling sering akibat pengaruh miras dan perkawinan dini,” ujarnya saat memberi Kuliah Umum di Universitas Papua, Rabu (17/10).

Menurutnya, salah satu langkah pencegahan adalah menggiatkan sosialisasi KDRT, dengan salah satu tujuan menyetarakan kaum laki-laki dan perempuan. Dengan kata lain, kaum perempuan tak lagi boleh mendapat perlakuan diskriminasi dari kaum lelaki.   

“Perempuan harus berani mengambil langkah kongkrit jika mengalami kekerasan karena perempuan bukan hanya sebagai obyek untuk melahirkan anak,” tegas Menteri Yohana.

Peran perempuan dalam membina rumah tangga yang baik juga cukup penting. Tentu hal ini tidak lepas dari saling menghargai dan mendukung antara suami dan isteri.

Hal ini disebut Menteri Yohana sebagai Pekerjaan Rumah (PR) yang harus disikapi bersama secara bijak, dengan harapan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat ditekan.

Berita Terkait