Aliran Listrik Sering Bermasalah, Ini Penjelasan Manager PLN Bintuni

Oleh Wawan Gunawan

17 October 2018 07:01 180 VIew

''Manager Unit Pelayanan Pelanggan (ULP) PLN Bintuni, Sapri. Foto : Wawan Gunawan | arfaknews.com''

Bintuni, arfaknews.com – Manager Unit Pelayanan Pelanggan (ULP) PLN Bintuni, Sapri, mengungkap sejumlah hal yang selama ini menjadi kendala di lapangan. Tak hanya itu, sejumlah upaya sedang dilakukan demi memenuhi kebutuhan listrik untuk warga Bintuni.

Menurutnya, sarana dan pra sarana masih menjadi kendala utama, diantaranya 9 unit Genset di PLTD Kampung Lama yang sempat rusak sudah diperbaiki. Kesembilan mesin ini memiliki daya 3.700 Kilowatt dengan beban puncak 3.900 Kilowatt.

“Saat ini dalam masa uji coba. Kendala lainny adalah minimnya kendaraan operasional serta alat penunjang lain,” ujarnya saat menggelar jumpa pers, Rabu (17/10) di Bintnuni.

Senada, Sapri juga menerangkan masalah gangguan listrik berbulan-bulan di Distrik Babo, dimana mesin berkapasitas 350 Kilowatt dan hanya digunakan 280-300 Kilowatt.  

“Listrik hanya menyala 12 jam, dari pukul 18:00 hingga 06.00 WIT. Selain itu, masalah transportasi angkut BBM melalui laut harus mengikuti jadwal kapal,” terangnya.

Sapri juga menampik keluhan warga Kampung Tofoi seperti pemberitaan arfaknews.com sebelumnya, yang mengalami pemadaman selama empat bulan terakhir.

Senada, Amrizal, Supervisior Pelayanan Pelanggan dan Administrasi ULP PLN Bintuni, mengaku banyak tagihan listrik pasca bayar yang belum dilunasi sekira 800 pelanggan.

“Untuk pelanggan Golongan III masih menunggak sekitar 354 Juta Rupiah, sedangkan pelanggan yang sudah menggunakan meteran prabayar berjumlah kurang lebih 9.800,” paparnya.

Amrizal menambahan saat ini PLN Bintuni secara perlahan membenahi tunggakan pelanggan, sambil berupaya maksimal agar listrik di Bintuni kembali berjalan normal.

Editor : Thias

Berita Terkait