Bermimpi Raih Cita-cita Selangit, Pesan Menteri Yohana Untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Oleh Putra Aryanto

18 October 2018 07:01 79 VIew

''Menteri Yohana Yembise Saat Kunjungan Kerja di Manokwari, Papia Barat, Kamis (18/10). Foto : Putra Aryanto ¦ Arfaknews.com''

Manokwari ( arfaknews.com ) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, menggelar dialog bersama dengan Anak Penyandang Disabilitas serta Kelompok Minoritas dari 10 provinsi, Kamis (18/10) di Manokwari.

Hal ini dilakukan guna mendekatkan Kementrian PPPA untuk melihat langsung masalah khusnya tentang perlindungan anak kebutuhan khusus.

Salah satu anak berkebutuhan khusus saat berbicara langsung dengan Meteri Yohana, mengaku sering dijauhi teman sebaya dan diperlakukan berbeda.

“Mama Yo, saya dilahirkan sudah dalam keadaan seperti ini, tuli. Tapi mama, mengapa saya dijauhi oleh lingkungan saya? , mengapa mereka memperlakukan saya berbeda?. Mereka tahu saya tuli, lalu mengusir saya. Mereka tidak mau bermain dan berteman dengan saya. Saya sedih mama,” kisah Ayu didampingi penerjemah bahasa isyarat.

Menteri Yohana mengaku siap bekerja keras bersama stake holder terkait untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak berkebutuhan khusus serta kelompok minoritas.

“Kalian semua, anak-anak Indonesia tanpa terkecuali, bebas menentukan masa depan kalian. Bermimpi dan bercita-citalah setinggi-tingginya, jangan mau kalah dengan anak anak yang lain, posisi kalian sama, jadikanlah kekurangan itu menjadi kelebihan, “ ungkapnya.

Maraknya diskriminasi yang dialami ABK dan kelompok minoritas membuat Menteri Yohana meminta masyarakat dan pemerintah daerah merubah pandangan serta menciptakan lingkungan yang positif dan bebas dari perundungan.

“Perhatian kami (Kemen PPPA) terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) dan kelompok minoritas merupakan salah satu prioritas Mereka juga punya poensi untuk menjadi hebat,” tegas mama Yo.

Menurutnya, tak boleh ada satu orang anak pun yang diabaikan haknya dan mendapatkan perlakuan diskiminasi dari masyarakat dan lingkungan. Sebaliknya, saatnya ABK dan kaum minotitas mendapat akses dan kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri dan minat serta mendorong mereka menggapai prestasi.

Ediitor : Thias

Berita Terkait