Menteri Yohana Akui Minimnya Keterlibatan Perempuan Dalam Pembangunan di Papua

Oleh Putra Aryanto

18 October 2018 07:01 556 VIew

''Menteri PPPA, Prof. Dr.Yohana Susan Yembise, Dip, Ampling, MA, di Universitas Papua, Manokwari, Rabu (17/10). Foto : Putra Aryanto | arfaknews.com ''

Manokwari, arfaknews.com – Jumlah penduduk dengan usia 15-35 Tahun di Indonesia, mencapai lebih dari 78 Juta jiwa atau sekitar 38 Persen dari total penduduk. Jika pembangunan manusia dimaksimalkan, tentu jumlah tersebut menjadi aset berharga untuk negara.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, menegaskan hak seseorang, termasuk perempuan, tak boleh diabaikan dalam berbagai kegatan pembangunan.

“Indeks Pembangunan Manusia dan Indeks Pembangunan Gender Papua Barat masuk 3 daerah terendah se-Indonesia. Faktanya, kaum perempuan di Tanah Papua, masih minim terlibat dalam pembangunan. Masih dinomorduakan,” terang Menteri Yohana saat kuliah umum di Universitas Papua, Manokwari, Rabu (17/10).

Menurutnya, kebijakan pendukung untuk kaum perempuan, salah satunya kuota 30 Persen bagi perempuan dalam ranah politik. Kini tinggal direalisasikan, termasuk pihak kampus yang diharapkan mampu mencetak perempuan calon pemimpin bangsa.

Ia tak lupa mendorong pemerintah daerah, khususnya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Manokwari, menjalin kerja sama dengan pihak kampus sebagai upaya menuntaskan masalah perempuan dan anak.

“Diantaranya melakukan penelitian untuk memetakan kondisi perempuan dan anak di Papua Barat, yang datanya memang belum hingga saat ini,” bebernya.

Dosen Unipa, Anike, membenarkan sejauh ini pemerintah daerah kurang melibatkan perguruan tinggi untuk menghadapi masalah perempuan dan anak.

“Padahal, perguruan tinggi memilki banyak data tentang kondisi perempuan dan anak di Papua Barat. Termasuk minimnya pendidikan politik bagi perempuan,’ tegasnya.

Menteri Yohana juga mendorong regenerasi perempuan Papua yang bisa menduduki jabatan strategis di pemerintahan seperti dirinya.

“Saya yakin jika perempuan juga mampu mengelola dengan baik sebuah institusi, dimulai dengan kesadaran perempuan berpendidikan sejak dini,” pungkasnya.

Editor : Thias

 

Berita Terkait