Terungkap, Cemburu dan Sakit Hati Alasan Tersangka Habisi Nyawa Rima di Lembah Hijau

Oleh Putra Aryanto

19 October 2018 07:01 828 VIew

''Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi Menunjukan Barang Bukti Bercak Darah yang Digunakan Tersangka DP saat Kejadian di Lebah Hijau. Foto : Putra Aryanto | arfaknews.com ''

Manokwari, arfaknews.com – DP (58), tersangka utama pelaku pembunuhan terhadap Rima Boro (24) di Lembah Hijau, Kelurahan Wosi, Distrik Manokwari Barat, Kamis (18/10), sudah mengakui semua perbuatannya.

Ternyata tersangka melancarkan aksinya hari Rabu (17/10) pukul 18.00 WIT. Kepastian ini diperoleh saat polisi menggelar pemeriksaan intensif, usai menjemput tersangka di Polsek Ransiki, Manokwari Selatan.

“Alasan utama tersangka adalah cemburu dan sakit hati karena mulai diabaikan oleh korban yang baru pulang dari Jakarta saat itu,” jelas Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi, saat konferensi pers, Jumat (19/10) di Polsek Kota Manokwari.

Menurutnya, keduanya sempat cekcok sebelum kejadian dan diduga ada upaya melumpuhkan korban. Berdasarkan hasil visum, tulang hidung korban mengalami retak.

“Tersangka menghabisi nyawa korban dengan pisau sejenis badik. Setelah itu, ia berlalu meninggalkan korban. Malam harinya, ada keluarga korban yang datang mengantar makanan namun pulang karena rumah dalam kondisi gelap,” terang Kapolres didampingi Kapolsek Kota Manokwari, AKP Zawal Halim dan Kanit Reskrimnya, AKP Iptu B.Limbong

Tersangka kemudian pulang ke rumahnya dan berencana kabur. Untuk menghilangkan jejak dan terhindar dari pelacakan GPS, ia meninggalkan dua buah Handphone miliknya.

“Hasil olah TKP Kamis pagi, kami temukan korban sudah meninggal dengan luka di bagian leher akibat sabetan senjata tajam. Kami bergerak dan berhasil melacak tersangka yang akhirnya ditangkap tanpa perlawanan di Ransiki,” ungkapnya.

Beberapa barang bukti yang diamankan dari tersangka diantaranya, celana panjang hitam dan baju berwarna cokla (bercak darah), dua buah HP, satu kunci motor dan sebilah pisau berjenis badik.

Tersangka berstatus duda ini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Kota Manokwari. Ia terancam hukuman mati atau seumur hidup sesuai Pasal 340 KUHP.

Sementara korban merupakan ASN pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Papua Barat.

Kapolres berterima kasih kepada warga yang memberikan informasi dalam upaya mengungkap kasus ini. pesannya, keluarga korban dan semua pihak diminta menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke tangan polisi.

 

 

Berita Terkait