Kajati Papua : Perilaku Korupsi Salah Satunya Karena Rakus

Oleh Wawan Gunawan

23 October 2018 17:10 3633 VIew

''Kajati Papua, Sugeng Purnomo SH, M.Hum (kanan) bersama Bupati Teluk Bintuni, Ir. Pietrus Kasihiuw. Foto : Wawan Gunawan | arfaknews.com''

Bintuni, arfaknews.com – Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Sugeng Purnomo, SH, M. Hum, mengungkap dua hal yang mendasari lahirnya tindak pidana korupsi.

Menurutnya, tindak pidana korupsi muncul atas dasar kebutuhan oknum-oknum untuk meningkatkan keuntungan lebih dari pendapatan yang dihasilkan.

“Kedua, ingin memiliki yang sebenarnya bukan miliknya, atau istilahnya rakus,” ujar Kajati Papua saat Sosialisasi Penegakan Hukum bagi ASN di Gedung Serba Guna Bintuni, Selasa (23/10).

Menurutnya, wujud optimalisasi pencegahan tindak pidana korupsi, sebagai bentuk dari penyimpangan-penyimpangan tindakan yang menyalahi aturan yang sudah ditetapkan oleh Undang Undang.

Hasil rekapitulasi tingkat Nasional dari data korupsi di Kejaksaan Negeri seluruh Indonesia tahun 2017 berjumlah 1.331 perkara dan pernah mencapai jumlah maksimal dengan 1.700 kasus.

“Itu kalau digabungkan dengan hasil penyelidikan yang dilakukan bersama rekan-rekan dari pihak kepolisian,” bebernya.

Dari jumlah kasus yang masuk, sekira 1.672 sudah dieksekusi (putusan pengadilan) dengan menyelamatkan keuangan Negara sekira 1 Triliun lebih.

Namun, bisa dipastikan uang Negara yang bisa diselamatkan jauh lebih sedikit dibanding penyimpangan uang Negara.

“Dengan semikian, upaya pemberantasan dari sisi penindakan sangat kecil yang bisa kita selamatkan, dibanding kerugian yang ditimbulkan oleh tindak pidana korupsi itu,” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan memberi dasar yang kuat bagi ASN, agar mampu menata pengelolaan anggaran Negara dan terhindar dari praktek-praktek korupsi.


Berita Terkait