Lagi, KPK Periksa Dua Kontraktor dan Oknum ASN Pegaf

Oleh Putra Aryanto

24 October 2018 20:03 4490 VIew

''Salah Satu Kontraktor Usai Diperiksa Penyidik KPK di Polres Manokwari, Rabu (24/10). Foto : Putra Aryanto | arfaknews.com''

Manokwari, arfaknews.com - Pemeriksaan lanjutan dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Manokwari, Rabu (24/10). Giliran tiga (3) orang dimintai keterangan sebagai saksi di Mapolres Sowi Gunung.

Ketiga orang yang diperiksa 7 penyidik KPK, salah satunya adalah mantan pelaksana tugad Kadis Kesehatan Pemkab Pegaf. Sementara dua lainnya merupakan kontraktor, salah satunya Niko T. Alo, yang juga prmilik salah satu media cetak di Manokwari.

Sesuai pantauan arfaknews.com, pemeriksaan digelar sejak pagi dan baru berakhir pukul 20.45 WIT. Satu orang saksi sebenarnya selesai diperiksa pukul 19.00 WIT, namun ia mengurungkan niat keluar dari gedung Mapolres.

Diduga yang bersangkutan enggan difoto oleh wartawan yang sudah sejak pagi berada di Mapolres. Pasalnya, ia sempat bergegas kembali masuk Mapolres saat terkejut dengan kehadiran belasan wartawan.

Ia pun baru keluar dengan menggunakan helm Gojek berwarna Hijau, menutupi wajahnya, bersama satu saksi lainnya (kontraktor) yang mengenakan stelan kemeja berwarna putih. Keduanya kemudian bergegas menaiki mobil Hilio berwarna putih.

Sedangkan satu saksi lainnya yang mrupakan kontraktot dan pemilik media cetak di Manokwari, Niko T. Alo, keluar beberapa menit kemudian dan langsung menghilang dengan mobil. Sama dengan pemeriksan sebelumnya, ketiga saksi tersebut enggan berkomentar kepada awak media.

Lima belas menit berselang, giliran 7 penyidik KPK meninggalkan ruangan. Mereka menumpangi dua mobil dan meninggalkan halaman Mapolres juga tanpa memberi komentar.

Seperti diketahui sebelumnya, kedatangan 7 orang penyidik KPK masih menjadi misteri. Namun sesuai data yang dihimpun arfaknews.com, KPK sedang memeriksa sejumlah daerah menyangkut Dana Perimbangan RAPBN - P 2018.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pemeriksaan kali ini dijag ketat 8 personil Satuan Shabara Polres Manokwari, dilengkapi persenjataan laras panjang.

Sebelumnya, Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi, membenarkan gedung Mapolres digunakan penyidik KPK.

"Beberapa waktu lalu KPK telah menyurati kami guna meminjam gedung untuk di lakukannya pemeriksaan oleh penyidik KPK, " singkatnya.

 


Berita Terkait