Kejari Bintuni Terima 28 SPDP, Kasus Korupsi Masih Nihil

Oleh Wawan Gunawan

31 October 2018 07:01 547 VIew

''Kepala Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni, Marthen Tandi (kiri). Foto : Wawan Gunawan | arfaknews.com''

Bintuni, arfaknews.com – Sejak dilantik Maret 2018, Kepala Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni, Marthen Tandi, mengaku sudah menerima 28 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

“Sudah 8 bulan terkahir hingga Oktober, dari 28 SPDP itu, 23 diantaranya sudah diputuskan di Pengadilan Negeri Manokwari,” bebernya, Rabu (31/10).

Diterangkan, dua diantaranya kasus pembunuhan dan perlindungan anak, hingga kini masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Manokwari

“Sedangkan 3 perkara lain masih dalam proses penyelidikanoleh Polres Bintuni, diantaranya tindak pidana kehutanan, tindak pidana Migas serta tindak pidana perlindungan anak,” jelasnya.

Diakui, salah satu kendala yang dihadapi adalah proses persidangan yang harus digelar di Manokwari, karena belum hadirnya PN Teluk Bintuni.

“Harus berjam-jam ke Manokwari dan semua pekara harus kesana karena kami belum punya pengadilan negeri,” bebernya.

Selama menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni, ia mengaku belum pernah menerima laporan maupun penanganan kasus korupsi.

“Kalau ada indikasi yang mengarah ke tindak pidana korupsi, silahkan dilaporkan kepada kami,” ucapnya seraya berharap pengadilan negeri secepatnya hadir di Teluk Bintuni.

Editor : Thias

Berita Terkait