Polda Papua Barat Diminta Netral dan Tak Backup PT. BAPP di Lembah Kebar

Oleh James Aisoki

03 November 2018 07:01 339 VIew

''Tokoh Pemuda Mpur Kebar, Hugo Asrouw. Foto : James Aisoki | arfaknews.com''

Manokwari, arfaknews.com – Meski sudah dipalang sejak tanggal 30 Agustus lalu, saat ini aktivitas menanam dan panen jagung masih dilakukan PT.BAPP di Lembah Kebar.

Tokoh Pemuda Mpur Kebar, Hugo Asrouw, menyebut aktivitas perusahaan tersebut masih dibackup sejumlah personil Brimob.

“keberadaan personil Brimob seakan membackup perusahaan, yang harusnya menyelesaikan masalah dan tidak mengulur waktu,” bebernya, Sabtu (3/11) di Manokwari.

Meski demikian, ia mengaku tekad masyarakat adat Lembah Kebar sudah bulat dan PT.BAPP diminta segera angkat kaki. Ini sesuai dengan sumpah adat atau sasi dari masyarakat Mpur yang dilakukan saat pemalangan lalu.

“Kami minta pihak perusahan dan Pemerintah Tambrauw melalui instansi terkait, yakni Dinas Penananam Modal, tidak serta-merta mengeluarkan perpanjangan ijin operasi PT.BAPP. Mereka harus hargai keputusan masyarakat adat,” tegas Hugo.

Dirinya berharap Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Drs. Alberth Rodja, menarik pasukan Brimob dari Lembah Kebar, karena dikhawatirkan mengganggu emosional masyarakat.

“Mereka (masyarakat) disana menganggap itu sebagai upaya teror dan intimidasi karena terkesan membackup perusahan. Kami minta Polda Papua Barat bersifat netral dan tidak berpihak,” paparnya.

Ia mengaku masyarakat tidak melakukan tindakan anarkis dalam bentuk apa pun kepada perusahaan. Buktinya, pemalangan yang dilakukan terhadap kantor perusahaan berjalan aman.

Berita Terkait