Siswi SMP Nyaris Dicabuli Oknum Ojek di Manokwari

Oleh James Aisoki

05 November 2018 07:01 3105 VIew

''Ilustrasi''

Manokwari, arfaknews.com – Seorang siswi di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Manokwari, Senin (5/11), mengalami tindakan tidak menyenangkan saat pulang sekolah.

Awalnya, siswi berinisial GJ (16 Tahun), pulang dari sekolah dan menumpangi seorang oknum pejasa ojek, mengendarai motor Matic berwarna hitam bis putih, menuju Amban.

Namun, sebelum sampai tujuan, motor yang ditumpanginya tiba-tiba berbelok arah, tepat belokan tanjakan Papa Risa Beta, dekat Bukit Doa, Amban.

GJ bingung karena tujuan motor yang ditumpangi bukan menuju ke rumahnya. Sekitar 10 meter masuk dari badan jalan, oknum ojek ini kemudian menarik kerak bajunya dan memaksa membanting GJ.

Beruntung, GJ tak berdiam diri dan berteriak. Alhasil, beberapa warga di dekat lokasi mendekat ke lokasi kejadian. Akhirnya oknum ojek melarikan diri dan meninggalkan GJ.

Orang tua GJ, Jefry, saat dikonfirmasi, Senin sore pukul 16.00 WIT, membenarkan kejadian tersebut. Ia meminta ketegasan Ketua Ojek di Manokwari, agar menertibkan anak buahnya.

“Saya minta ojek tidak mengenakan masker hingga menutup hampir seluruh bagian wajah. Anak saya hampir jadi korban,” tegasnya kepada arfaknews.com via ponsel.

Ia mengaku mengetahui kejadian ini saat anaknya pulang sambil menangis dan menceritakan hal buruk yang nyaris menimpanya.

“Motor ojek, Matic berwarna Hitam bis putih. Karena wajahnya tertutup masker, anak saya tidak mengenalinya, termasuk tidak menghafal plat nomor motor dan nomor ojek,” bebernya.

Ketua Ojek Manokwari diminta menertibkan para pejasa ojek liar, terutama yang belum mengenal detail wilayah Manokwari.

“Banyak ojek yang baru datang, belum mengenal wilayah di Manokwari dan belum memiliki tanda pengenal, namun bisa jadi tukang ojek. Tolong jangan pakai masker tutup wajah,” tandasnya.

Akibat ulah satu oknum ojek, ribuan ojek lainnya di Manokwari pun kena getahnya. Diharapkan, para pejasa ojek tidak menutupi wajahnya (mengenakan masker) saat mencari penumpang.

 

 

 

 

 

Berita Terkait