2018, Tingkat Pengangguran Di Papua Barat Menurun

Oleh Putra Aryanto

07 November 2018 07:01 113 VIew

''Illustrasi lowongan pekerjaan''

Manokwari arfaknews.com –  Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat merilis Keadaan Angkatan Kerja melalui Pertumbuhan Ekonomi dan Indeks Tendensi Konsumen (ITK), berlangsung di Aula BPS Papua Barat Jalan Trikora Sowi VI, Senin (05/11), telah menyebutkan tingkat pengangguran di Papua Barat tahun 2018 cenderung menurun.  

BPS menyebutkanTingakat Pengangguran Terpadu ( TPT ) sebagai presentase pengangguran di Papua Barat cenderung mengalami penurunan selama 4 tahun terakhir, sejak Agustus 2015 hingga Agustus 2018.

Pada Agustus 2015, TPT Papua Barat sebesar 8,08 persen dan terus menurun hingga 6, 30 persen pada Agustus 2018 ini.,dalam empat tahun ini, TPT telah turun sebesar 1,78 persen, ungkap  Kapala BPS Papua Barat, Endang Retno Sri Subiyandani

Menurut Endang, penurunan presentase pengangguran menunjukkan presentasi kesempatan bekerja meningkat, yaitu perbandingan antara pencari kerja dengan lapangan pekerjaan yang tersedia, Kondisi ini dapat berdampak meningkatnya pendapatan atau produktivitas masyarakat, ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Statistik Sosial Robert Ronytua Pardosi, menyampaikan dilihat dari keadaan setiap kabupaten/kota di Papua Barat, tidak semua mengalami penunuran TPT, ada sebagian kabupaten/kota mengalami peningkatan TPT pada Agustus 2018 ini, jika dibandingkan dengan Agustus 2017.

Peningkatan TPT diduga disebabkan beberapa kondisi, diantaranya keadaan cuaca yang tidak mendukung bagi pelaku usaha di sektor pertanian dan perikanan, serta terjadinya penurunan jumlah pelaku usaha perdagangan,” kata Robert.

Sedangkan penurunan TPT, lanjut Robert, diduga disebabkan beberapa keadaan seperti Dana Desa baru saja turun digunakan untuk pembangunan infrastruktur, sehingga memberikan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Selain itu, adanya penerimaan pegawai honorer di Bintuni dan Kota Sorong, serta penerimaan karyawan di sektor industri pengelolahan di Bintuni dan Sorong, ungkapnya.

Robert menuturkan, berbeda dengan TPT yang cenderung menurun, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menunjukkan tren yang fluktuatif, namun satu tahun terakhir menunjukan adanya kelompok bukan angkatan kerja yang mempunyai kegiatan utama mengurus rumah tangga, sekolah atau lainnya memasuki pasar tenaga kerja.

Dilihat dari tingkat pendidikan tenaga kerja Papua Barat masih didominasi pekerja tamatan SMP ke bawah yaitu sebesar 49,88 persen, ini menunjukan bahwa diperlukan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua Barat,” ungkapnya.

 

editor : takdir

Berita Terkait