Setiap Bulan Ada 10 Warga Terserang Penyakit Demam Berdarah

Oleh wawan

07 November 2018 07:01 193 VIew

''Suasana RSUD Teluk Bintuni''

Teluk Bintuni arfaknews.com – Berdasarkan data dihimpun DPRD Teluk Bintuni, kurang lebih 10 orang setiap bulanya terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Penyakit Demam Berdarah (DBD) menyerang warga Teluk Bintuni, lantaran cuaca saat ini sering dilanda hujan, sehingga DPRD Teluk Bintuni telah berkoordinasi dengan pihak dinas kesehatan guna mengantisiapsi DBD tersebut.

Wakil Ketua II DPRD Teluk Bintuni, Dantopan Sarungallo, meminta dinas kesehatan segera melakukan langkah kongkrit dalam penanganan DBD ini.

Menurut data diperolehnya, warga terserang DBD pada umumnya pasien tinggal di wilayah pasar sentral, Tahiti, kampung lama dan wilayah bina desa.

Namun penyebarannya semakin meluas, karna diduga sudah ada pasien terjangkit DBD di wilayah SP 5, Sp 4, komplek pensiunan dan Tuhiba.

DPRD berharap kepemerintah daerah dalam hal ini dinas kesehatan agar mengambil langkah sehingga ini tidak semakin mewabah, perlu dilakukan penyemprotan minimal dua kilo untuk memeinimalisir menularnya DBD, Ujarnya.

Sementara dari Agustus 2018, dari data diperoleh sudah 70 pasien DBD di tangani rumah sakit Bintuni, dua orang diantaranya telah meninggal dunia, " Kata Dantopan Sarungallo,

Di sisi lain staf P2PM Dinas KesehatanTeluk Bintuni, Suhartono mengatakan  terkait keluhan tersebut, pihaknya akan melaporkan hal ini pada atasannya, karna keputusan ada di pimpinan,  Ujarnya Tono .

Untuk melakukan foging (penyemprotan) tersebut, ada dua langkah yaitu foging keseluruhan dan foging khusus, yaitu foging dilakukan ditempat terdapatnya kasus DBD dan dinas kesehatan pernah sekali melakukan foging.

Menurutnya bila pasien DBD tersebut terjangkit setelah melakukan perjalanan ke luar Bintuni, namun waktunya cukup lama dimana pada umumnya pasien DBD telah masuk rumah sakit Bintuni, telah ditangani tenaga medis secara baik.

Untuk pencegahannya, dinas kesehatan telah menyarankan lewat pemberitahuan secara mobile ke masyarakat agar sampah dilakukan dengan cara 3M yakni menguras, menutup dan mengubur   

Selain itu pula, Dinas kesehatan telah membagikan sejumlah kelambu ke masyarakat, namun menjadi kendala kurang masyarakat kurang merespon himbauan tersebut. ujarnya.

 

editor : takdir

Berita Terkait