BBM Jenis Solar Mengalami Kelangkaan Di Kota Sorong

Oleh Hanafi Tianlean

08 November 2018 07:01 113 VIew

''Antrian kendaraan pada salah satu SPBU di Kota Sorong. Foro : Hanafi Tianlean | arfaknews.com''

Kota Sorong arfaknews.com - Sejumlah SPBU di Kota Sorong, Papua Barat, dalam Beberapa hari belakangan ini mengalami kelangkaan stock BBM khususnya jenis Solar. Akibatnya, ratusan truk harus rela mengantri sejak pagi di SPBU. 

Berdasarkan pengakuan para sopir truck, penyaluran BBM jenis Solar sejak tanggal 1 Januari hingga 31 Oktober sudah melampaui terget yang diharpakan sebesar 18 %,

Menipisnya stock BBM jenis solar di SPBU ini, diduga penyebabnya adanya praktek penimbunan Solar dilakukan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sejumlah SPBU di Kota Sorong, salah satunya terletak di jalan Ahmad Yani, Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Basuki Rahmat, sejak beberapa hari lalu, telah mengalami kekosongan stock BBM khususnya jenis Solar, Sisa stock yang tersedia tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan para konsumen.

Akibat kekosongan ini, Ratusan truck rela mengantri sejak dari pagi hingga sore hari, bahkan sebagian diantara mereka terpaksa meninggalkan kendaraan mereka di sekitar lokasi SPBU lantaran sudah kehabisan stock bahan bakar.

Ketersediaan Solar khususnya di Kota Sorong hingga 3 bulan kedepan tetap aman dan tercukupi, Pertamina selaku penyalur sudah mendistribusikan BBM sesuai dengan kuota yang di tetapkan oleh BPH Migas.

Bahkan untuk kota sorong sendiri, Dari 1 Januari sampai 31 Oktober 2018, kuota BPH Migas untuk Kota Sorong berjumlah 13.181 KL, Sedangkan penyaluran BBM di Kota Sorong, Sudah mencapai 15,568 KL, artinya penyaluran BBM dilakukan Pertamina sudah melebih kuota sebesar 18% atau kelebihan sejumlah 2.387 KL.

Menjadi pertanyaan ara sopir, kenapa masih terjadi kekosongan ketersediaan BBM khusus Solar di tinggkat SPBU, hal ini merupakan persoalan serius segera disikapi oleh instansi terkait, Kuat dugaan, kelangkaan BBM jenis Solar ini, dituding adanya Praktek penimbunan dilakukan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam meraup keuntungan lebih besar.

Berita Terkait