Manokwari Peroleh Pendapatan 55 Milyar Pertahun Dari Pajak Kendaraan

Oleh James Aisoki

13 November 2018 07:01 257 VIew

''Kepala Kantor Samsat Manokwari, Yan Rukka''

Manokwari arfaknews.com – Dalam satu tahun terakhir, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Manokwari melalui Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) dari Sektor Pajak Kendaraan, memperoleh pemasukan kurang lebih Rp 55 milyar pertahun.

Pendapatan Daerah dari sektor pajak kendaraan ini akan dibagi 30 persen untuk dua Kabupaten lainnya yakni Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak, dimana kedua kabupaten ini masuk dalam Wilayah Samsat Manokwari.

Dengan peroleh angka terbilang cukup fantastis ini, dibutuhkan kesadaran warga untuk membayar pajak kendaraan, meski kesadaran warga dalam membayar pajak kendaraan tergolong masih rendah,

Untuk mewujudkan upaya dalam membangun Daerah, diharapkan semua pengguna kendaraan, diwajibkan membayar Pajak kendaraannya.

Hal ini diutarakan Kepala Kantor Samsat Manokwari, Yan Rukka, ketika ditemui, Senin (12/11), sejumlah pengguna kendaraan wajib membayar pajak dalam mewujudkan upaya pembangunan daerah.

Di jelaskan pula, meski saat ini Masih banyak kendaraan belum membayar Pajak, apabila pemilik kendaraan tidak membayar pajaknya jika terkena tilang, sehingga yang bersangkutan akan dikenakan denda sebesar 2 persen dari pokok pajak.

Rata-rata pajak kendaraan roda dua per tahunnya berkisar diantara Rp.150 hingga 200 ribu rupiah, itupun tergantung dari jenis kendaraan dan tahun terbitannnya. Kecuali CC kendarannya naik, sehingga pengguna kendaraan bermotor tersebut akan membayar paja kendaran bisa mencapai sekitar 400 ribu.hingga

Sedangkan untuk kendaraan roda empat, pembayaran pajak kendaraan berad pada kisaran harga  1 juta sampai 5 juta rupiah, hal ini pula tergantung jenis kendaraannya, tahun dikeluarkan dan CC kendaraan, serta jenis platnya, kuning, Merah maupun hitam yang digunakan.

Dengan adanya Kesadaran membayar Pajak, warga turut serta  serta menambah Pendapatan daerah dalam upaya membangun daerah melalui sektor pajak, ujarnya.

Berita Terkait