BMKG Ingatkan Warga Papua Barat, Waspadai Cuaca Ekstrim

Oleh Putra Aryanto

14 November 2018 00:12 2703 VIew

''Kepala BMKG Manokwari, Denny Putiray''

Manokwari arfaknews.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Stasiun Rendani Manokwari, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrim sedang melanda wilayah Papua Barat.

Berdasrkan pantauan satelit peramal cuaca (forecaster) BMKG Manokwari, diperoleh adanya penumpukan massa udara di wilayah Papua Barat, akibat terdapatnya daerah kumpulan angin (konvergensi), sehingga cukup mendukung pertumbuhan awan-awan.

Kepala BMKG Manokwari Denny Putiray saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (13/11), mengungkapkan dengan cuaca extreme ini, dapat berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang, diperkirakan bakal terjadi di November hingga Februari mendatang.

Dengan prakiraan Secara umum kondisi cuaca dua hingga tiga hari ke depan diprakirakan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, BMKG meminta agar masyarakat Manokwari untuk tetap selalu waspada dan berhati-hati," kata Denny.

Menurutnya pula, kondisi cuaca ekstreem hingga berpotensi turunnya hujan sedang dan lebat ini, diakibatkan perubahan posisi matahari yang tadinya berada dikhatulistiwa, kini posisi matahari berada di wilayah selatan bumi.

Kondisi ini dikarenakan posisi matahari berada di selatan bumi sehingga potensi hujan dengan intensetas ringan hingga lebat akan terus terjadi " jelasnya.

Dikatakn pula saat ini kondisi masih kondusif untuk aktivitas transportasi darat, laut maupun udara, di sebabkan kondisinya didukung dengan hangatnya suhu muka laut perairan papua barat.

Selain itu, masyarakat diharapkan tetap mewaspadai potensi peningkatan curah hujan disertai angin kencang, hingga berpotensi mengakibatkan genangan air di wilayah Manokwari Papua Barat

"Kami imbau agar masyarakat tetap waspada, potensi bencana dengan cuaca begitu selalu ada. Maka, lebih baik kita waspada," ungkapnya.


Berita Terkait