HUT 73, Kapolri Ajak Brimob Rangkul Semua Elemen Masyarakat

Oleh Putra Aryanto

14 November 2018 07:01 107 VIew

''Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja, bersama Dansat Brimob, Kombes Pol Godhelp C. Mansnembra dan Wagub Papua Barat, Mohamad Lakotani, dan pejabat terkait saat perayaan HUT 73 Brimob di Manokwari. Foto : Putra Aryanto | arfaknews.com ''

Manokwari, arfaknews.com - Satuan Brigade Mobile (Brimob), mengemban tugas dan melindungi Negara dari segala bentuk ancaman teroris dan yang mengancam keutuhan NKRI.

Jenderal Polisi Tito Krnavian, Satuan Brimob juga memiliki komitmen menjadi Promoter dalam mensukseskan Pemilu yang aman dan tentram. Brimob juga dilibatkan untuk membantu para korban bencana di daerah.

"Brimob hadir untuk dicintai masyarakat dan memberikan Dharma Bakti bagi bangsa Indonesia,” demikian sambutan Kapolri, seperti disampaikan Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Drs. Rudolf Alberh Rodja, saat upacara HUT Brimob ke 73 di Manokwari, Rabu (14/11).

Menurutnya, Brimob juga berupaya merubah paradigma dengan merangkul semua elemen masyarakat dan para tokoh, untuk bersama-sama menjadikan Kamtibmas yang selaras.

Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Papua Barat, Kombes Pol Godhelp Cornelius Mansnembra, siap menjadikan satuannya menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan nasional.

”Itu sudah komitmen kami. Bukan hanya Kamtibmas secara nasional melainkan menjadi promoter. Kami berusaha profesional dan terpercaya. Brimob selalu menjada 4 pilar kebangsaan,” bebernya.

"Loyal kepada Bangsa dan Negara menjadi titik acuan kami untuk menjalankan tugas,” tambahnya.

Korps Brigade Mobile atau Brimob, merupakan kesatuan operasi khusus yang bersifat paramiliter milik Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Brimob bertugas menagani terrorisme domestik, penanganan kerusuhan, penegakan hukum berisiko tinggi, pencarian dan penyelamatan (SAR), penyelamatan sanderadan penjinakan bom (EOD).

Korps Brigade Mobil juga bersifat sebagai komponen besar Polri, yang dilatih untuk melaksanakan tugas anti separatis dan anti pemberontakan, seringkali bersamaan dengan operasi militer.

Berita Terkait