Kapolres Bintuni Mengajak Warga Bercermin Pemilu Sebelumnya

Oleh wawan

24 November 2018 07:01 109 VIew

''Kapolres Teluk Bintuni AKBP Andriano Ananta.SIK''

Bintuni arfaknews.com - Kapolres Teluk Bintuni AKBP Andriano Ananta.SIK, mengajak warga dan masyarakat Teluk Bintuni, untuk mewujudkan pesta demokrasi aman, damai dan sejahtera, seperti pada pemuli sebelumnya.

dalam paparannya saat Rapat akoordinasi (rakor) lintas sektoral tingkat kabupaten Teluk Bintuni bersama forkopimda, serta penyelenggara pemilu (KPU), Bawaslu, pengurus parpol peserta pemilu, serta para tamu undangan di gedung serba guna (GSG) kamis (22/11) jalan raya kali kodok distrik Bintuni, mengenai peraturan kepolisian negara republik Indonesia nomor 6 tahun 2012 tentang tatacara pemberitahuan dan penerbitan surat tanda terima pemberitahuan kampanye pemilihan umum, serta peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 tahun 2017 tentang tata cara perizinan dan pengawasan kegiatan keramaian umum, kegiatan masyarakat lainya, dan pemberitahuan kegiatan politik.

"jadi dalam kesempatan ini dirinya akan memberikan toleril bagi siapa saja yang sengaja untuk melawan Undang-undang berlaku, sesuai prosedur dan mekanisme yang ada.

pada kesempatan kali ini disampaikan tentang hal potensi kerawanan pemilu tahun 2019 berada di Teluk Bintuni yang kita cintai bersama, pertama letak geografis diwilayah pemkab Teluk Bintuni terdiri dari dataran rendah, tinggi pegunungan, dan rawa, contoh pendistribusian logistik pemilu, cukup berat,

kedua, minimnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap UU pemilu dan PKPU, yang ketiga permasalahan daftar pemilih tetap (DPT) yang kerap muncul  karena  kondisi masyarakat sangat dinamis,  ketiga seperti menjadi bahan pembicaraan yang sangat seksi atau seperti primadona seperti kepemilikan data ganda, ke empat, kurangnya sinergitas antara penyelenggara pemilu disebabkan kompetensi minim terhadap tupoksi masing-masing penyelenggara pemilu,

Teluk Bintuni dengan indeks kerawanan tertinggi no dua (IKT) se indonesia dengan sekor 66,47 persen sesuai stekmen yang dikeluarkan oleh Bawaslu RI secara nasional, "hal ini karena kurangnya komunikasi, koordinasi semua pihak baik penyelenggara pemilu ataupun peserta pemilu untuk menciptakan pemilu yang bersih dan bermartabat, ini dikarenakan adanya sejarah kelam pemilu sebelumnya.

Mari untuk pemilu yang lalu kita jadikan pelajaran untuk pemilu 2019 akan datang, sehingga indeks kerawanan berubah menjadi nilai indeks yang baik buat kabupaten Teluk Bintuni tutup kapolres.

Berita Terkait