Kontak Senjata TNI dan KKB Di Nduga, Dua Prajurit Terkena Luka Tembak

Oleh redaksi

11 December 2018 07:01 2333 VIew

''gambar Ilustrasi Kontak senjata TNI dan KKB''

Jayapura arfaknews - Kontak senjata kembali di Distrik Yigi, Nduga, Papua, antara TNI Kodam XVIII / Cendrawsih dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), terjadi Selasa (11/12), sekitar pukul 06.00 Wit, membuat dua prajurit TNI terkena luka tembak di bagian bagian bahu dan pelipis.

Kapendam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, dalam rilisnya mengatakan Dua naggota TNI  korban luka tembak dalam kontak senjata, TNI dan KKB dua prajuritnya terkena luka tembak yakni yakni, Pratu Budi tertembak dibagian bahu dan Praka Aswad, mengalami luka ringan di pelipis karena recosed amunisi.

KKB melakukan serangan dari arah barat di atas ketinggian dengan jarak sekitar 500-600 meter dari pos TNI, dimana kondisi medan rimbun tertutup pohon, sehingga  Anggota TNI yang ada di Pos berusaha untuk membalas tembakan sehingga terjadi kontak tembakan.

Mendapatkan serangan dari KKB, Prajurit TNI bukannya lari meninggalkan Pos, namun separuh kekuatan berusaha melakukan pengejaran kearah datangnya serangan dipimpin Dan Pos Lettu Inf Ardan. Sedangkan prajurit TNI mengamankan Pos dan mengikat tembakan.

Pos TNI baru terbentuk di Yigi, pasca terjadinya pembantaian terhadap puluhan Karyawan PT. Istaka Karya di Puncak Kabo Distrik Yigi 02 Desember lalu mendapatkan serangan dari pihak kelompok Separatis.

Dalam kontak senjata, KKB lalu melarikan diri secara terpencar masuk hutan dan sesekali melancarkan serangan, namun pasukan tetap melakukan pengejaran dengan memanfaatkan jejak anggota KKB ditemukan.

Semntara duak korban dari [rajurit TNI, saat ini sedang dilakukan proses evakuasi korban melalui jalur darat dari Yigi ke Mbua, selanjutnya di evakuasi melalui jalur udara menggunakan Helikopter dari Mbua ke Wamena.

Belum diketahui dari pihak KKB, apakah ada jatuh korban atau tidak, karena jarak cukup jauh dengan kondisi medan ekstrim dan tertutup pephonan, namun pada saat kontak tembak, prajurit berusaha membalas tembakan secara terarah dan terbidik.

Sulitnya medan dan kondisi geografis sangat ekstrim dan penguasaan medan dikuasai Kelompok KKB sudah sekian lama hidup di medan tersebut, mereka dapat menyusuri hutan tampa sarana kompas dan peta atau alat bantu lainnya. meski demikian kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat prajurit dalam pelaksanaan tugas dengan memanfaat segala sarana dan kemampuan dimiliki.

Situasi  distrik Yigi setelah TNI menempatkan Pos di daerah tersebut, masyarakat sebelumnya lari berlindung ke hutan, sudah mulai berangsur-angsur kembali ke kampung.

Sesuai data berhasil dihimpun, Pelaku KKB pimpinan Egianus Kogoya bukan berasal dari Yigi, kalaupun ada jumlahnya hanya beberapa orang. Sedangkan Egianus Kogoya sendiri sesuai dengan data berasal dari Distrik Mapenduma.

Hal ini diperkuat berdasarkan keterangan dari saksi selamat saat kejadian warga Masyarakat asli di Distrik Yigi berusaha mencegah KKB melakukan tindakan keji tersebut.

Bahkan saat KKB melaksanakan penyisiran ke kampung-kampung, warga asli Yigi berusaha melindungi warga lainnya sedang melakukan pekerjaan beberapa bangunan di Yigi. Mereka memberitahukan ke para pekerja agar segera lari menyelamatkan diri ke hutan karena KKB sedang mencari dan akan menangkap mereka.

Berita Terkait