Umat Sesaki GOR Sanggeng Dalam Perayaan Natal Bersama

Oleh Charles

23 December 2018 07:07 1093 VIew

''Pohon Natal ''

Manokwari – Diprediksi sekitar ribuan ummat kristiani hadir di GOR Sanggeng  Manokwari, guna melakukan kegiatan Perayaan Natal bersama, dimana natal merupakan hari damai bagi seluruh umat didunia

lahirnya Yesus di dunia datang untuk membawa kedamaian dan hikmat bagi umat manusia. Hal ini disampaikan Ketua panitia Raymond Yap, dalam pelaksanaan Natal bersama para ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat, TNI, Polri serta masyarakat, serta denominasi gereja yang ada di Papua Barat. Kamis (20/12) bertempat di Satdion Sanggeng Manokwari.

Dalam laporan panitia mengungkapkan perayaan ini merupakan salah satu bentuk dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan terlebih atas Yesus kristus, merupakan Hikmat Bagi Kita yang lahir kedunia untuk menyelamatkan umat manusia.

Tema kali ini merupakam salah sati tema yang mana Yesus datamg ke dunia bagi kita dengan membawa hikmat dan berkat bagi kita umat manusia ". Ujarnya

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, dalam sambutannya mengungkapkan dalam semangat natal ini, dirinya mengajak agar seluruh elemen masyarakat Papua Barat untuk dapat hidup secara kudus, terlebih lagi dengan meningkatkan keimanan terhadap Tuhan dan hidup selalu rukun bersama masyarat yang lain, mengingat NKRI merupakan negara dalam kemajemukan.

" Kita ini negara majemuk, jadi kita pertahankan toleransi itu, dan dengan suasan natal ini, saya mengajak untuk tetap damai, bukan hanya saat perayaan natal saja melainkan di hari hari mendatang, tetap menjaga kedamian bersama umat, bahkan dengan perayaan natal ini saya harap keimanan kita semakin kuat ". Ungkapnya.

Selain itu, dirinya  mengajak warga masyarakat bahwa dengan perayaan natal ini kita bersihkan hati agar kita tetap percaya atas kasih dan karunianya

Dalam perayaan natal bersama,ditampilkan sebuah drama musikal dalam etnik papua, di bawakan oleh Sanggar Iriantos dibawah komando Welem Yomaki. Dimana Dalam Drama musikal tersebut mengisahkan tentang kelahiran Yesus kala itu yang dimulai dari awal penciptaan adam dan hawa pada saat berada di dalam taman firdaus.

Dalam kisah tersebut hawa di tawarkan oleh seorang iblis dalam rupa ular untuk memakan sebuah buah terlarang yang berada di taman firdaus, sehingga hawa pun menawarkannya kepada adam yang membuat Allah marah terhadap mereka berdua dan mengusirnya dari taman firdaus.

Menurut kisahnya, bahwa manusia telah jatuh kedalam dosa, maka dengan rasa cinta dan kasih Allah kepada umat manusia, maka Allah mengutus anaknya untuk lahir ke dunia untuk menyelamatkan semua umat dari dosa.

Kisah perjalanan lahirnya yesus selalu di selingi lagu natal dengan bahasa papua, salah satunya saat paduan suara menyanyika lagu ' O Holly Night ' dalam bahasa Biak.


Berita Terkait