Delapan Kasus Narkoba Berhasil Diungkap BNNP Papua Barat 2018

Oleh Putra

23 December 2018 07:01 766 VIew

''Illustrasi Pecandu narkotika''

Manokwari arfaknews.com – Di tahun 2018, sebanyak Delapan kasus Narkoba jenis ganja dan shabu, berhasil diungkap Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Papua Barat sepanjang tahun 2018.

Hal ini di utarakan Koordinator Brantas BNN Papua Barat Aiptu Sugeng Winarso, saat memberikan keterangan ke sejumlah awak media, Jumat (21/12).

Pencapaian kerja bidang pemberantasan selama tahun 2018 dari 7 kasus di targetkan BNN pusat, BNNP Papua Barat dapat mengungkap 8 kasus, yakni 1 kasus ganja dan 7 kasus shabu.

" 6 berkas sudah masuk tahap II dan sudah masuk ke kejaksaan tinggi ( Kejati ) Papua, sedangkan 2 berkas dalam proses penyidikam dan sudah memasuki tahap I ". Ungkapnya.

Selain itu kasus telah diungkap ini, kinerja dari BNNP Papua Barat yang melebihi targit sebanyak  2  kasus dari 6 kasus yang telah menjadi target pada tahun 2018 ini.

Suatu pencapaian bagi BNNP Papua Barat, dimana dari 6 kasus berhasil diungkap, ternyata 8 kasus telah terungkap, sedangkan untuk 2019 mendatang target pengungkapan kasus bakal menurun menjadi 5 kasus, namun tidak menutup kemungkinan pengungkapan kasus akan lebih dari itu, BNNP tetap berkomitmen untuk memberantas narkoba dari peredarannya di manokwari ". Tambahnya.

Koordinator Penyidikan BNNP Papua Barat, Zulkarnaen mengatakan pengungkapan kasus shabu ini sebanyak 2 paket dengan berat 19,09 gram, dan untuk sejenis shabu sebanyak 31 paket. Sedangkan untuk ganja sendiri dengan berat 1,61 gram.

Ada 8 tersangka dan dari 8 tersangka tersebut salah satunya merupakan Target Operasi ( TO ), para tersangka berprofesi  sebagi pejasa roda dua ( ojek ) di manokwari,  selebihnya merupakan pengangguran,

Target para Bandar ini mereka adalah kalangan menegah keatas dengan harga jual narkoba bervariasi dari 500 rb hingga 1 juta, sedangkan untuk kalangan menengah kebawah, kemungkinkan tidak bakalan tersentuh, ungkapnya.

Diketahui maraknya peredaran Narkotika di Papua Barat, BNNP Papua Barat berkomitmen akan selalu menjadi garda terdepan untuk dapat memutus rantai peredarannya di wilayahnya, hal ini terbukti dengan kinerjanya melebihi target dalam mengungkap kasus Narkoba.

Sepanjang 2018, BNNP Papua Barat telah membentuk tim relawan anti narkoba sebanyak 100 orang. relawan tersebut merupakan mitra BNN, nantinya mengambil bagian dalam mensosialisasikan bahaya terhadap penggunaan Narkoba yang dapat merusak gemerasi bangsa, bahkan keluarga.

Untuk mencegah atas penggunaan Narkoba bidang rehabilitasi juga telah berhasil merehabilitasi sebanya 20 orang dimana, dari 20 orang tersebut melebihi target semula, awalnya hanya 7 target dan telah menjangkau sebanyak 14 orang, dengan mendatangi tempat tempat yang di duga terdeteksi narkotika. Petugas lalu melakukan pendataan umtuk di rehabilitasi di klinik pratama kasuari BNNP Papua Barat.

Berita Terkait