Polisi Buru Dua Nama, Diduga Kuat Pemasok Senpi ke Manokwari

Oleh Redaksi

28 December 2018 07:01 522 VIew

''Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi, bersama Personilnya Saat Press Conference Penemuan Senjata Api di Wilayah Hukum Polres Manokwari.''

arfaknews.com – Polres Manokwari masih mengembangkan kasus kepemilikan Senjata Api (Senpi) yang di temukan di Pelabuhan Laut Manokwari. Saat ini, polisi masih memburu dua nama yang diduga kuat sebagai pemasok senpi tersebut ke Manokwari.

Kasus Senjata Api ini terkuak tanggal 29 Oktober 2018, saat KM Labobar merapat di Pelabuhan laut Manokwari. kala itu, polisi mencurigai gulungan tikar yang dibawa seorang TKBM. Saat diperiksa, ternyata ditemukan sepucuk senajata api jenis SP.

“Kenapa kita baru rilis sekarang ?, karena kasus ini harus dikembangkan,” jelas Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi, Jumat (28/12), di Polres Manokwari.

Tiga jenis Senjata Api yang diamankan adalah satu pucuk Senpi jenis SP, dua pucuk Uzi, 23 butir amunisi Moser, 13 peluru Uzi dan 3 magasen.

“Ini ditangkap Polsek Pelabuhan saat kapal putih merapat di Manokwari. Saat itu anggota kami mencurigai tikar yang dibawa. Setelah diperiksa didapati senjata SP, yang dipisah menjadi dua bagian,” ujarnya kepada sejumlah wartawan.

Selain tikar, polisi juga menemukan dua senpi Uzi yang diisi dalam ransel (dibawa saksi TKBM), bersama dua buah KTP, satu beralamat Manokwari Selatan (Ransiki) dan satunya beralamat Sanger Talaud.

Petunjuk inilah yang menguatkan indikasi kedua orang tersebut merupakan pemasok utama senpi ke Manokwari. Selain buruh TKBM, polisi juga sudah meminta keterangan petugas tiket Pelni sebagai saksi.

“Ada tiga nama yang diduga kuat. Senjata ini semua hendak dibawa ke Manokwari Selatan (Mansel). Setelah dicek ke alamat TKP yang ditemukan, ternyata yang bersangkutan tidak berada di tempat,” beber Kapolres.

Untuk menelusuri kasus ini, Polres Manokwari juga berkoordinasi dengan Polres Biak, namun hasilnya nihil. Yang bersangkutan atau orang yang menyewa jasa TKBM untuk membawa senpi turun dari kapal ke pelabuhan Manokwari, tidak ditemukan di pelabuhan Biak.

“Kami terus berkoordinasi, dan dalam waktu dekat akan diterbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO). Belum bisa dipastikan juga motif senpi ini hadir di Manokwari karena pelakunya belum ditemukan,” kata Kapolres lagi.

Ia mengungkap senjata yang ditemukan dengan senjata untuk mas kawin sangat berbeda. Pasalnya, senjata yang ditemukan merupakan senjata organik dan menggunakan peluru tajam.

“Kalau senjata untuk mas kawin biasanya peninggalan Belanda, kalau menggunakan senjata organik, jelas melanggar Undang Undang Darurat Nomor 12,” tutur Kapolres.

Dari body senjata PS tertera berlebel Brazil, sementara senpi Uzi tertera berlebel (buatan) Italy. Namun pembuktian ini akan dibuktikan melalui pemeriksaan di Labfor Polda Makassar Sulsel.

“Pesan saya kepada masyarakat, menyimpan senpi itu melanggar aturan Negara. Mau simpan satu atau satu gudang, hukumannya sama. Mau simpan amunisi satu butir atau satu gudang pun hukumannya sama,” cetus Kapolres.

Selama menjabat sebagai Kapolres Manokwari, ia mengaku ini merupakan kasus Senpi yang kedua. Sebelumnya, pihaknya bersama Polsek Ransiki juga mengamankan sebuah Pistol Ref dengan alasan mas kawin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait