Tandem Celeg dan Door to Door jadi Andalan Perindo PB Hadapi Pemilu 2019

Oleh Redaksi

12 January 2019 07:01 143 VIew

''Ketua DPW Perindo Papua Barat, Marinus Bonepay (Tengah).''

Manokwari, arfaknews.com – Partai Perindo memiliki komitmen kuat dalam menjalankan misi memenangkan Pemilu 2019 nanti. Diantaranya, menguatkan basis suara utama dengan beberapa langkah strategi yang sudah diusung secara bersama-sama.

Ketua DPW Perindo Papua Barat, Marinus Bonepay, mengatakan, caleg Perindo baik DPR RI, Provinsi dan Kabupaten, sudah berkomitmen untuk saling mendukung dan bekerja dengan solid.

“Kita sudah bulatkan tekad untuk memenangkan Perindo di Pemilu 2019. Door to door akan dilakukan seluruh caleg Perindo, untuk mengenalkan diri kepada masyarakat akar rumput,” jelasnya saat Konsolidasi Caleg DPR RI, Provinsi Dapil 1, Mansel, Pegaf dan 9 DPC se-Manokwari, Sabtu (12/1) di Manokwari.

Menurut Marinus, konsolidasi antar caleg Perindo bertujuan untuk menyatukan formula agar mencapai target dan misi partai Perindo pada Pemilu Tahun 2019.

Ditegaskan, sistim door to door bukan merupakan wacana tetapi merupakan kolaborasi (tandem) yang harus dilakukan caleg Perindo, dengan tetap mengusung tujuan partai.

“Partai dan seluruh caleg sudah berkomitmen sejak awal, bagaimana menang dan merebut suara sebanyak-banyaknya. Ini bisa dilakukan dengan cara mengenalkan diri kepada masyarakat akar rumput. Perindo harus menghiasi parlemen usai Pemilu nanti,” paparnya.

DPW Perindo Papua Barat sendiri sudah menyiapkan 3 caleg untuk bertarung merebut kursi DPR RI, diantaranya Yonathan Rumainum, Frans Ansanay serta satu-satunya caleg perempuan, Ira Maya Rumbekwan.

Persiapan matang juga dilakukan oleh 11 caleg yang akan bertarung di Dapil 1 Papua Barat, bersama 65 caleg di tingkat kabupaten, diantaranya 25 caleg di Kabupaten Manokwari, serta masing-masing 20 caleg di Mansel dan Pegunungan Arfak.

“Tinggal bagaimana menyatukan sikap untuk menghadapi Pemilu, sesama caleg harus saling mengenal secara dekat, berjuang bersama untuk merebut suara di Papua Barat,” kata Marinus lagi.

Dirinya mengingatkan semua caleg Perindo untuk tidak menganggap enteng proses  Pemilu, sebaliknya harus bekerja komplit dan memastikan basis suara, terutama dengan door to door ke kalangan akar rumput.

Marinus pun mengaku Perindo tidak membeda-bedakan caleg satu dengan yang lain, tetapi lebih fokus untuk bekerja secara kekeluargaan dan tim untuk membesarkan Perindo.

“Pasang baliho banyak pun belum tentu menjamin, yang lebih menjamin adalah melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat, lingkungan serta keluarga,” ucapnya.

“Ingat, caleg Perindo tak boleh menganggap enteng hal-hal yang kemudian nanti menyulitkan caleg sendiri. Pastikan basis suara secara riil dan jangan hanya memastikan lewat cerita saja,” pesannya.

 

 

 

 

 

Berita Terkait