Warga KKSS Papua Barat, Galang Dana Untuk Korban Banjir Di Sulsel

Oleh Redaksi

24 January 2019 12:07 1155 VIew

''Banjir Landa Sulawesi Selatan''

Manokwari arfaknews – Warga Kerukunan keluarga Sulawesi Selatan berdomisili di Papua Barat, menggalang dana untuk membantu meringankan beban dialami ribuan warga korban banjir telah menyelimuti Sulawesi selatan di pengunsian,.

Hal ini diutarakan, ketua DPW KKSS Papua Barat, H Nurjaya, Kamis (24/1) mengharapkan peran serta segenap warga KKSS di Papua Barat, untuk melakukan penggalangan dana guna membantu penderitaan warga Sulwesi Selatan kini di landa Musibah banjir.

Dalam penggalangan dana nantinya, seluruhnya akan disalurkan pada warga Sulawesi Selatan menjadi korban banjir bandang dan diharapakan bantuan ini akan diberikan ke sasaran tepat, saat ini jumlah dana yang sudah terkumpul 15 juta rupiah jelasnya.

Diharapakan penggelangan dana ini akan secepatnya terlaksana, mengingat warga Sulawesi Selatan saat ini, sangat membutuhkan bala bantuan, ungkapnya   

Sementara Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, akibat banjir ini, sejumlah wilayah kabupaten maupun Ibukota Sulwesi Sealatan, diantaranya, Kabupaten Jeneponto, Gowa, Maros, Soppeng, Barru, Wajo, Bantaeng, Pangkep dan Kota Makassar.

Dalam musibah banjir ini, berdasarkan laporan BPBD, tercatat 8 orang telah meninggal dunia, 4 orang hilang, ribuan rumah terendam banjir, ribuan warga mengungsi ke tempat g lebih aman, dan 10.021 hektar sawah terendam banjir.

Korban meninggal dunia ditemukan di Jeneponto berjumlah 5 orang dan di Gowa berjumlah 3 orang, sedangkan korban hilang terdapat di Jeneponto 3 orang dan Pangkep 1 orang.

Di Kabupaten Jeneponto, banjir melanda 21 desa di 10 kecamatan yaitu Kecamatan Arung Keke, Bangkala, Bangkala Barat, Batang, Binamu, Tamalatea, Tarowang, Kelara, dan Turatea dengan tinggi banjir 50 – 200 centimenter.

Banjir akibat hujan deras sehingga sungai-sungai meluap, diantaranya Sungai Topa, Allu, Bululoe, Tamanroya, Kanawaya, dan Tarowang. Dampak yang ditimbulkan adalah 5 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, 5 rumah hanyut, 51 rumah rusak berat, ribuan warga mengungsi dan ribuan rumah terendam banjir. Evakuasi, pencarian, penyelamatan dan distribusi bantuan masih terus dilakukan. Banyak warga yang mengungsi sementara di atap rumah sambil menunggu dievakuasi. Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, Tagana, relawan dan lainnya melakukan penanganan darurat.

Di Kota Makassar, banjir melanda 14 kecamatan yaitu Kecamatan Biringkanaya, Bontoloa, Kampung Sangkarang, Makassar, Mamajang, Manggala, Mariso, Pankkukang, Rampocini, Tallo, Tamalanrea, Tamalate, Ujung Pandang, dan Ujung Tanah. Sekitar 1.000 jiwa warga mengungsi. Banjir juga disebabkan hujan deras kemudian sungai-sungai yang bermuara di Kota Makassar meluap.

Di Kabupaten Gowa, banjir melalanda 7 kecamatan yaitu Somba Opu, Bontomanannu, Pattalasang, Parangloe, Palangga, Tombolonggo, dan Manuju. Sekain hujan deras, banjir juga disebabkan dibukanya pintu Waduk Bili-Bili karena terus meningkat volume air di waduk sehingga untuk mengamankan waduk maka debit aliran keluar dari Waduk Bili-Bili ditingkatkan.

Tercatat 3 orang meninggal dunia, 45 orang luka-luka, 2.121 orang mengungsi tersebar di 13 titik pengungsian, lebih dari 500 unit rumah terendam banjir setinggi 50 – 200 centimeter ddari dampak banjir di Gowa. Banjir juga menyebabkan 2 jembatan rusak berat sehingga tidak dapat digunakan yaitu jembatan Jenelata di Desa Moncong Loe Kecamatan Manuju dan jembatan di Dusun Limoa Desa Patalikang Kecamatan Manuju. Hujan deras juga memicu longsor di beberapa tempat sehingga menutup jalan dan merusak beberapa rumah.

Sementara itu banjir di Kabupaten Maros melanda 11 kecamatan. Lebih dari 1.400 orang mengungsi. Pendataan masih dilakukan. Listrik padam sehingga komunikasi juga putus. Posko BNPB terus berkoordinasi dengan Pusdalops BPBD. Tim Reaksi Cepat BNPB mendampingi BPBD. Penanganan darurat masih terus dilakukan oleh tim gabungan. BPBD bersama , TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, Tagana, relawan dan lainnya melakukan penanganan darurat, menggunakan Perahu karet dan bantuan makanan untuk pengungsi masih diperlukan. Korban hilang masih dilakukan pencarian. Kondisi hujan yang masih berlangsung dan luasnya wilayah yang terkena banjir cukup menyulitkan dalam penanganan.


Berita Terkait