Di Papua Barat, Angka Penderita Kusta Cukup Memprihatinkan

Oleh Jams Aisoki

28 January 2019 07:01 911 VIew

''Gambar begitu bahayanya penyakit kusta''

Manokwari arfaknews – Di wilayah Papua Barat angka penderita penyakit Kusta cukup memperihatinkan, namun pemerintah melalui Dinas Kesehatan Optimis penyakit Kusta dapat diobati dan disembuhkan, serta dapat dicegah penularannya dengan cara kenali gejala Kusta, datangi Layanan agar dapat segera ditegakan diagnosa secara cepat.

Kalau positif, segera lakukan pengobatan jangan sampai tertunda sehingga kecacatan akibat penyakit kusta dapat dicegah dan rantai penularannya dapat diputuskan. Sehingga Papua Barat menuju eliminasi Kusta di Tahun 2020.

Hal ini dilontarkan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Parorongan, S. ketika melakukan kegiatan memperingati Hari Kusta Se-dunia (Leprosy Day) jatuh pada minggu 27 Januari 2018, diman Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, melakukan  kampanyekan Stop Diskriminasi dan lakukan pencegahan dini dari gejala Penyakit Kusta di Provinsi Papua Barat.

Diterangkan, privalensi angka penyakit Kusta di Papua Barat berada pada kisaran 17,6 per 10.000 penduduk atau dari 10.000 penduduk ditemukan 18 orang penderita Kusta.

Oleh Karena itu, Pemerintah Papua Barat menyeruhkan Kampanye Hentikan Diskriminasi, Kenali, Dapati dan Obati sampai sembuh menuju eliminasi Kusta di Papua Barat pada tahun 2020". melalui Realis disebarkan saat kampanye Kusta melalui pembagian pamflet di Perempatan Lampu merah Haji Bauw Wosi, Senin (28/01).

Kusta adalah salah satu jenis penyakit diakibatkan dari bakteri Mycobacterium leprae, menyerang bagian tubuh bersuhu lebih dingin seperti tangan, wajah, kaki dan lutut.

Apabila Bakteri ini telah menyerang akan menyebabkan penderita mati rasa, muncul lesi dan menebal pada kulit, muncul luka tapi tidak terasa sakit, pembesaran saraf, dapat juga mengakibatkan kelumpuhan, kehilangan alis dan bulu mata, hilangnya jari jemari, dan kerusakan pada hidung, ungkapnya.

Berita Terkait