Warinussy Sesalkan Sikap Menkumham Hindari Jurnalis di Manokwari

Oleh James Aisoki

31 January 2019 07:01 256 VIew

''Aktivis Pembela Hukum dan HAM, Yan C Warinussy, SH''

Manokwari,  arfaknews.com – Kehadiran Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, di Manokwari, Papua Barat, Rabu (30/1), meninggalkan kesan yang kurang bersahabat bagi para jurnalis.

Aksi demo jurnalis di Manokwari di Kantor Wilayah Hukum dan HAM Papua Barat, dengan maksud dapat bertemu dengan Menteri Hukum dan HAM terkait pemberian Grasi bagi I Nyoman Susrama, terpidana kasus pembunuhan berencana terhadap wartawan Radar Bali, Anak Agung Gede Bagus Narendra Prabangsa.

Namun bukannya bertemu, Menkumham malah kabur untuk menghindari aksi jurnalis tersebut.

Aktivis Pembela Hukum dan HAM, yang juga merupakan salah satu advokat Senior di Papua Barat, Yan C. Warinussy, SH, menilai sikap Menkumham sangat mengecewakan dan tak etis.

“Saya menyesalkan sikap tidak etis dari Saudara Yasonna Laoly sebagai seorang pejabat Negara, dalam menyikapi aksi damai para wartawan di Manokwari,” terangnya melalui rilis, Rabu malam.

Menurutnya, yang dipersoalkan adalah adanya kebijakan negara yang terkait erat dgn tugas dan kewenangan dari saudara Menkumham RI,  yakni pemberian remisi kepada narapidana pembunuh wartawan di Bali.

“Aksi rekan-rekan wartawan dijamin dan dilindungi sesuai amanat Pasal 28 UUD 1945,” bebernya.

Warinussy menegaskan kehadiran Menkumham sebagai pembantu Presiden, dinantikan untuk merespon positif terhadap berbagai aspirasi masyarakat di Manokwari dan Provinsi Papua Barat.

“Utamanya aspirasi yang terkait mengenai penegakan hukum dan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia secara umum, termasuk di Tanah Papua,” pungkas Warinussy yang juga pernah sebagai jurnalis SKH Cenderawasih Pos Jayapura ini.

 

Berita Terkait