Masyarakat Jangan Mudah Terpengaruh Isu Agama Digaungkan Politisi

Oleh Redaksi

07 February 2019 07:01 591 VIew

''Tokoh Perempuan Muda Fak-Fak, Zulhaidah Kalsum Rengen''

Manokwari arfaknews.com - Terkait dengan isu Agama dimainkan para Politisi dalam mempolitisir Masyarakat dalam meraup perolehan suara dalam pemilihan nanti, agar masyarakat jangan mudah terpengaruh dengan hal tersebut.

Tokoh Perempuan Muda Fak-Fak, Zulhaidah Kalsum Rengen,S.Pdi, ketika di temui arfaknews, mengatakan menolak Kerja Politik menggunakan Pendekatan Agama, pasalnya akan menciptakan Intoleransi dalam kehidupan beragama.

Kami bagian Selatan di papua barat, punya Philosofi yang melakat pada kami yakni Satu Tunggu Tiga Batu, melalui hal itu membuat Kekerabatan kami luar biasa itu, karena itu saya ingin supaya masyarakat yang lainnya membuka mata belajar dari kami di Fak-Fak, ungkapnya

Memang isu agama apapun, kami di Fak-Fak sama sekali tidak menerima hal itu, yakni pendapat-pendapat yang ingin memecah belah kerukunan umat beragama itu kami tidak terima.

Dirinya mengingatkan isu politik telah dimainkan para politisi melalui sejumlah agenda pertemuana telah dimainkan, agar supaya berfikir secara Rasional dan melihat ke hal-hal besar bukan ke hal kecil, sebab hal ini harus kita sikapi bersama". Ucap Zulhaidah, saat diwawancarai oleh Wartawan sejak berada di Manokwari,

Ungkapan ini disampaikan, saat dirinya bertemu dengan sejumlah kelompok mama-mama, untuk tidak terpengaruh dengan isu agama, sebab mereka mempengaruhi mama-mama pasti ada tujuan dibalik itu, berupa adanya ada kepentingan, ungkapnya

Diharapkan agar masyarakat bisa melihat lebih jelas, jangan kita terlena dengan sisi baik menurut kita, melainkan baik menurut semua orang,  semua golongan dan semua agama, Fak-fak, Kaimana memang sudah lahir seperti ini,  maka kita harus jaga kerukunan ini dengan baik.

Baginya,  peran perempuan sangat besar di mata Masyarakat.  Sebagai pendamai bagi kedua bela pihak, juga sebagai Ibu-ibu yang melahirkan Anak-anak Papua.

Dirinya bersama para Aktifis ingin mengembalikan citra perempuan, bahwa perempuan adalah pendamai, perempuan hadir di dua belah pihak, menghadirkan perdamaian di Masyarakat".tutupnya

 

Berita Terkait