Mama Papua Kecam Walikota Sorong, Larang Jualan di Jalan Protokol

Oleh Charles Maniani

12 February 2019 07:01 309 VIew

''Gambar mama Papua sedang menjajakan barang dagangannya''

Kota Sorong Arfaknews.com- Puluhan pedang mama-mama Papua dilaranmg berdagang disepanjang jalan protokol Kota Sorong, hal ini membuat para pedagnag meras terusik dan melakukan protes terhadap Walikota Sorong atas larangan itu,

Para pedagang mama Papua pun menyampaikan keluhan dialaminya ke ketua fraksi otonomi khusus (otsus) bersama rombongan usai melakukan kunjungan kerja di Raja Ampat ketika tiba di kota sorong menyampaikan aspirasinya.

Larangan Walikota Sorong membuat Mama papua terusik karena surat edaran dikeluarkan Walikota, melarang meraka untuk tidak berdagang dijalur-jalur itu, kata ketua DPR Faksi Otonomi khusus Yan yoteni ketika ditemui wartawan. Senin (11/2)

Sebanyak 60 orang Pedagang datang menghampiri untuk menyampaikan aspirasinya, diantarnya pedang pinang, aksensoris papua dan noken. Menyampaikn protes keras pada walikota Sorong.

Sekian lama tempat ini dijadikan mata pencarian untuk menafkahi keluarganya, namun hanya sekejap mereka kehilangan mata pencaharian akibat larang tersebut.

“Kenapa kami tidak boleh berjualan ditanah kami, Hasil yang kami peroleh dari berjualan, buat hidup anak kami, terutama buat sekolah dan memenuhi kesejahteraan keluarga" ujar salah satu pedagang

Aspirasi dilontarklan para pedagnagn ini diterima langsung ketua Faksi otsus, diman farkasi Otsus berjanji akan menindak lanjuti larangan walikota tersebut, untuk mama Papua dilarang berdagang di sepanjang jalan prtokol.

Menurutnya farkasi otsus, jika surat edaran dikeluarkan Walikota, sebelumnya pemerintah Kota Sorong, terlebih dulu harus menyediakan tempat layak untuk mereka berdagang di buatkan pemerintah seramai dengan tempat mereka berjulan sebelumnya.

Dirinya berfikir, ada solusi dari walikota. dalam rangka keberpihakan terhadap pedagnag mama papua terutama Orang Asli Papua (OAP) sehingga jangan hanya disingkirkan begitu saja tanpa ada keberpihakan terhadap mereka. terangnya

Untuk mencapai kesejahteraan itu, mereka tidak akan berbicara tentang kios atau tokoh besar, akan tetapi hanya berbicara soal tempat kecil untuk berjualan pinang atau jualan lainnya, mereka hanya berharap agar Walikota dan DPR Kota Sorong bersama-sama mendorong dan memberikan tempat yang layak kepada mereka untuk berjualan.

Berita Terkait