Pelaku Usaha Harap, Ada Ganti Rugi Dari Pemerintah Terakit Pelabaran Jalan

Oleh Jams Aisoki

16 February 2019 07:01 2036 VIew

''Para pelaku usaha, Wahyu dan Ridwan, serta bangunan yang akan terkena penggusuran dari dampak pelebaran jalan''

Manokwari arfaknews.com - Rencana Pelebaran Jalan Drs Esau Sesa ( Jalan baru) hingga ke Maruni, telah dicanangkan Gubernur Papua Barat, Senin (11/2) kemarin dutandai dengan pemasangan Patok Pembangunan Pelebaran Jalan, mendapat tanggapan dari beberapa pelaku usaha mikro dan menengah mendapata dampat dari penggusuran di sertai pembongkaran nanti.

Salah satu Pengusaha Toko di Jalan Esau Sesa, Wahyu mengungkap sebagai pelaku usaha terkena dampak Langsung dari pelebaran Jalan ini, meminta agar pemerintah memberikan kompensasi atau semacam ganti rugi bangunan atau sejenisnya sesuai dengan kerugian di timbulkan.

Pelebaran jalan Drs Essau sesa disambut baik juga bagi pelaku usaha, sebab dapat mempermudah perkembangan ekonomi serta tidak menimbulkan kemacetan, namun mengenai tanah dan bangunan terkena dampak pembongkaran, dinilainya harus ada ganti rugi dari pemerintah namun dalam kategori wajar, ucap Wahyu ketika ditemui arfaknews, Jumat (15/2).

Berkaitan dengan Informasi pelebaran Jalan, sudah dilakukan sosialisasi di Kantor lurah Januari lalu, namun hanya diinformasikan tentang rencana pelebaran jalan. belum ada informasi resmi soal ganti rugi dan mekanisme seperti apa, diharapakan akan ada pembicaraan selanjutnya dalam pertemuan dengan pelaku usaha, masyarakat dan pemerintah, tuturnya.

Hal berbeda di lontarkan pelaku usaha lainnya  selaku pemilik usaha baju, Kios dan warung makan, di RT I, RW II Arfai Manokwari, Ridwan,  meminta pemerintah agar dapat menghitung bangunan usaha mereka yang bakal terkena dampak langsung dari pelebaran jalan.

Pelebaran jalan sangat baik untuk kepentingan bersama, namun harus dipikirkan adalah masalah ganti rugi bagi pelaku usaha yang hanya mengontrak bangunan untuk di gunakan usaha dan pemilik bangunan itu sendiri.

Berdasarkan informasi para pemilik banguanan memiliki sertifikat tanah dan memliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), sedangkan bagi pelaku usaha yang mengontrak tanah, nasibnya nanti seperti apa ucapnya.

Sebagai masyarakat kecil, meminta pemerintah berfikir bagaimana kita kedepannya, kalau bisa kita ada keringanan atau ada biaya ganti rugi bagi kita yang terkena dampak langsung ini. Meskipun mereka hanya mengontrak lahan, setidaknya diperhitungkanlah, walaupun tak sebesar pemilik tanah, tapi setidaknya mereka punya bangunan dan sejumlah usaha ini bakal digusur, kalau bisa dipikirkan dan diperhitungkan agar kita bisa cari jalan untuk bangun dimana lagi". Pintanya

Dijelaskan, pihkanya belum mengetahui sam sekali kalau akan ada pergusuran pelebaran jalan nantinya, jika hal itu terjadi maka terpaksa mereka harus mencari tempat untuk usaha lagi, tuturnya

Selanjunya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Papua Barat, kita mencoba di hubungi arfaknews melalui nomor handphone miliknya, terkait keluhan warga soal ganti dan rencana pelebaran Jalan Esau Sesa-Maruni akan di kerjakan, namun belum ada tanggapan sama sekali.

Berita Terkait