Jangan Jadikan Film Dokumenter Pulau Mansinam Bernilai Rp 1 Triliun Lahan Proyek

Oleh Jams Aisoki

20 February 2019 07:01 721 VIew

''Anggota DPR Papua Barat dari Fraksi Otsus dan Wakil ketua Pokja MRP Papua Barat''

 

Manokwari arfaknews.com - Rencana pembuatan Film Dokumenter tentang pekabaran Injil di Pulau Mansinam, bernilai Rp 1 Triliun ini, diwacanakan berpartnership antara Pemerintah Papua Barat dengan produser film dokumenter ini, agar jangan menjadikannya sebagai lahan proyek.

Ketua Fraksi Otsus DPR Provinsi Papua Barat, Yan Yoteni menuturkan, dirinya sangat mendukung rencana pembuatan Film Dokumenter Sejarah Pekabaran Injil di Tanah Papua, dilakukan produser film dokumentar dan pemerintah Papua Barat, itu sesuatu yang positif, guna menghargai nilai sejarah Ini dengan baik dan sangat mendukung pembutan film ini, ungkapnya.

Hanya saja, Jangan kita buat sesuatu yang positif dengan maksud akal-akalan untuk mengambil keuntungan serta menjadikannya lahan proyek.

Sementara dana yang akan di gelontorkan untuk membuat film dokumenter Pekabaran Injil ini, bernilai Rp1 Triliun, merupakan nilai cukup fantastis, dimana dipikirnya untuk membuat film dokumenter itu kemungkinan tidak menghabiskan dana sebesar itu, ungkapnya.

Ditempat terpisah, Wakil Ketua Pokja Agama Majelis Rakyat Papua (MRP), Edy Claus Kirihio menjelaskan, Film Clausal bertajuk Sejarah Pekabaran Injil di Tanah Papua itu, dinilai masih simpang siur dan belum ada kejelasan dimana rancangan anggarannya, serta pemilihan artis dan ijin Paten dari keluarga Ottow-Geisler belum ada.

Hal yang paling tidak sukai itu, pembuatan Film dokumenter jangan dijadikan lahan proyek. rencana anggaran Rp1 Triliun itu belum jelas. Karena  bicara dana Rp 1 Triliun itu bukan kita yang rencanakan, melainkan Sutradara film akan menjabarkannya, barulah diusulkan pada sebuah lembaga yang memiliki legitimasi hukum dalam pembuatan film itu. Persoalan nanti, Pemda terlibat atau tidak, itu tak jadi masalah, ungkapnya

Perlu digaris bawahi, Film ini adalah aset orang asli Papua, aset masyarakat adat Papua, maka harus mendapat dukungan dari masyarakat adat, MRP, DPRD dan Gubernur serta  keluarga Ottow dan Geisler yang memiliki hak paten atas nama keluarga mereka". Tuturnya.

Ditambahkan, Film ini sendiri awalnya direncanakan oleh Yayasan Bejana pada tiga Tahun Lalu Dan hingga kini belum ada pemilihan aktor siapa membintangi film tersebut, bahkan tiga aktor kemarin dipublikasi dinilai masih simpang siur, pasalnya berdasarkan informasi yang diketahui dirinya adalah Mel Gibson.

Diungkapkan, pihaknya akan diundang ke Jakarta dan mungkin juga sutradara dari Australia akan diundang oleh Yayasan Bejana Sendiri punya akses dengan keluarga Ottow-Geisler dalam pembuatan Film ini".

persoalannya  pembuatan film ini semacam terjadi rebutan. lantaran film ini bernilai besar, terus ada yang mencoba memisahkan diri dari Yayasan Bejana dan membuka rekening sendiri untuk menggalang dana, Oleh sebab itu, pihak lain jangan ikut campur dalam pembuatan film ini, karena ini aset kami, aset masyarakat adat Papua. Jelas Kirihio

Yang jelas Film ini akan menjadi salah satu film kolosal termahal di abad ini, cuma saat ini masih ada dalam tingkat kordinasi kerja di dalam Yayasan Bejana Sendiri. Tutup kirihio

Berita Terkait