Ganti Rugi Pelebaran Jalan Dibayarkan Sesuai Kepemilikan Tanah dan Izin Usaha

Oleh Jams Aisoki

22 February 2019 07:01 1667 VIew

''Kepala Bidan Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Papua Barat, Sammy Saiba''

Manokwari arfaknews.com - terkait ganti rugidari pembebasan lahan kini mulai ramai dibahas warga terkena dampak langsung dari rencana pelebaran jalan Drs Esau Sesa hingga Maruni Kabupaten Manokwari, sehingga dinas PU akan mengidentifikasikan sesuai dengan perizinan.

Kepala Bidan Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Papua Barat, Sammy Saiba mengungkap pembesan lahan akan dilakukan secara bertahap dan diidentifikasi berdasarkan perizinan.

Pelebaran Luas ruas Jalan dimulai dari pertigaan lampu merah jalan Drs Esaau sesa ( Jalan Baru) hingga Ke Kampung Maruni di Distrik Manokwari Selatan, dimana jalan Ini merupakan kebutuhan masyarakat di Papua Barat, sehingga kedepannya akan berdampak positif bagi masyarakat, lantaran jalan ini merupakan Ruas Jalan nasional, merupakan ruas jalan penghubung Lintas Kabupaten dan sekaligus merupakan jalan Papua dan Papua Barat.

Terkait warga yang menjadi korban dari pelebaran jalan ini, pihak pemerintah akan diberikan konpensasi ganti rugi, untuk pelebaran ruas jalan yakni, mereka yang telah memiliki Sertifikat Tanah dan telah mendapatkan ijin Mendirikan Bangunan (IMB), serta masyakat pemilik hak Ulayat, Kata Sammy, Rabu (20/2).

Dijelaskan, masyarakat selaku pemilik hak ulayat, lantaran sebagaian besar tanah masyarakat berada di pinggir jalan tidak disertifikatkan, namun bagi masyarakat adat tidak memiliki sertifikat, namun ada hak ulayatnya maka akan tetap dibayarkan.

Sedangkan pelaku usaha telah membangun rumah, namun tak memiliki sertifiat, pasti nilai tanahnya akan turun, artinya pelaku usaha tidak memiliki sertifikat pasti agak berbeda dengan pemilik tanah bersertifikat, nantinya dinas terkait akan mengklarifikasi ke pemilik tanah adat, apakah tanah tersebut ada pelepasan adat atau tidak, Jelasnya

Tahun ini merupakan tahap sosialisasi dan tahap identifikasi ke masyarakat, untuk melakukan pengurusan dokumen penunjang dan Amdalnya harus terselesaikan terlebih dulu, baru dianggarkan untuk tahun depan.

Dalam waktu dekat tim sudah turun untuk melakukan identifikasi ke rumah-rumah warga terkena dampak Pelebaran jalan. sedangkan untuk proses ganti ruginya nanti dilakukan secara bertahap, ungkapnya

Sesuai arahan Gubernur Papua Barat, secara fisik akan dikerjakan Balai Jalan dan Jembatan. Sedangakan pembebasan lahan dan Bangunan akan dilakukan sharing antara pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten Manokwari.

Kaitan dengan nilai dianggarkan untuk melakukan pembebsan lahan, dirinya belum mengetahui secara pasti, karena proyek ini bernilai besar.

Selain itu diterangkan, luas jalan akan dibangunan seluas 25 Meter, dimana ditarik dari garis has tengah ke Kiri 12.5 Meter dan ke Kanan 12.5 meter. Namun, kata Sammy Di daerah kuburan Maripi sampai di Maruni ada pengeculian, yakni dari garis has sebelah kiri langsung 25 meter ke kanan, tidak ambil kiri, lantaran terbentur kiri pantai, Tuturnya

Berita Terkait