Di Papua dan Papua Barat, Darurat Kekerasan Terhadap Perempuan

Oleh Jams Aisoki

10 March 2019 07:01 408 VIew

''Peringatan Internasional Womens Day ke-112 Tahun, berlangsung di perempatan lampu merah Sanggeng''

Manokwari arfaknews. com – Dengan Mengusung Tema, Papua Darurat Kerasan Terhadap Perempuan Papua, dalam Peringatan Internasional Womens Day ke 112 Tahun, Forum Perempuan Papua minta Pemerintah segera Mendirikan Kantor Pelayanan Terpadu Pencegahan, Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan Papua di setiap Distrik di Papua dan Papua Barat.

Kordinator Forum Perempuan Papua, Johana Jaqualin Kafir mengungkapkan, berdasarkan data dihimpunnya, telah terjadi kasus kekerasan mengalami lonjakan, dimana sekitar 90% perempuan di Papua dan Papua Barat mengalami korban kekerasan. Dimana berdasarkan data,  Kejati Papua pada tahun 2016 sekitar 2.000 Kasus dan tahun 2017 meningkat menjadi 2.979 kasus kekerasan terhadap perempuan.

Untuk meminimalisir tingkat Kekerasan Terhadap perempuan, pihaknya meminta agar mendirikan Kantor Terpadu Pencegahan, perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan Papua di setiap Distrik Se-Papua dan Papua Barat, ungkapnya usai membagikan bunga pada pengendara di perempetan Trafig light Sanggeng Manokwari, Jumaat, (8/3).

Johana menilai, sejauh ini kebijakan perlindungan, pencegahan dan pemberdayaan belum tepat sasaran, sehingga masih banyak kasus kekerasan terhadap perempuan terjadi di tanah Papua.

Di dalam momentum Peringatan Internasional  Womens Day pada 8 Maret ke-112 Tahun ini, meminta agar para pengambil kebijakan berperan semaksimal mungkin agar meminimalisir kasus kekerasan terhadap perempuan di tanah Papua, serta menuntut agar ada perlindungan hukum nyata terhadap perempuan Papua.

Pemerintah untuk segera menyiapkan rumah terpadu, tipa Distrik Se-provinsi Papua dan papua barat, untuk menangani kasus perempuan dan Anak, serta meminta agar ada kebijakan khusus terkait penanganan kasus ibu hamil dan melahirkan secara gratis di Papua Barat.

Pemerintah segera membuat dan menetapkan sebuah regulasi tentang perlindungan, pemberdayaan, keberpihakan terhadap perempuan Papua, tegasnya.

Berita Terkait