Tukang Ojek Tewas Ditikam, Usai Terlibat Pertengkaran

Oleh Redaksi

20 March 2019 07:01 2067 VIew

''Gambar iIlustrasi penikaman korban tukang ojek''

Manokwari arfaknews – Seorang warga berprofesi sebagi tukang ojek berinsial tewas, usai di tikam menggunakan benda tajam (pisau) terjadi Rabu (20/3) di jalan HOS Cokroaminoto, tepatnya depan SLTP Yapis, Manokwari, sekitar pukul 12.15 Wit

Berdasarkan kronologis penikaman dilakukan pelaku, menyebabkan korban berinsial M(38 tahun), tewas dalam perawatan medis di RSUD Manokwari, setelah tertembus pisau didadanya, dimana saksi  saat itu sedang berdiri di pintu gapura SMP Yapis, melihat korban dan pelaku terlibat pertengkaran.

kemudian pelaku mencabut alat tajam dari pinggang kiri dan mengejar korban di tengah jalan, kemudian saksi berjalan ingin melerai kroban dan pelaku, namun saksi melihat ada teman pelaku berada disitu hendak mengeluarkan alat tajam dari pinggangnya, sehingga saksi tidak dapat melerai pertengkaran tersebut.

Tidak berapa lama saksi melihat korban berjalan menuju ke arahnya dan meminta tolong, lantaran tubuh korban sudah berlumuran darah, lalu saksi menghentikan kendaraan dan membawa korban ke RSUD Manokwari untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara saksi yang telah dimintai keterangan aparat kepolisian dalam akibat penikaman hingga korban tewas, Ridwan Sangaji (26 tahun) dan Najamudin Iriwa (31 Tahun),bertugas sebagai security SMP Yapis Mkw.

Semntar barang bukti yang telah diamnkan, berupa pakaian yang dikenakan korban, Baju kaos lengan panjang warna merah,celana panjang trening warna biru, celana dalam wana hitam bertuliskan BM sepatu warna biru hijau.

Berdasrkan hasil visum RSUD Manokwari, korban mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kiri dengan kedalaman 9 cm dan lebar 3 cm, serta mengalami luka pada ibu jari tangan sebela kiri korban.

Guna mengetahui penyebab kroban tewas dan di timkam pelaku, Tindakan dilakukan aparat kepolisian, lalu melakukan Olah TKP, Membawa korban ke RSUD, melakukan Identifikasi korban, mengumpulkan Barang Bukti, Mencari dan meminta keterangan saksi untuk melengkapi administrasi, memintai visum RSUD Manokwari, menghubungi keluarga korban, mencari pelaku Penikaman, serta membuat Laporan Polisi, kata Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Mathias Krey, melalui rilisnya ke sejumlah awak media.

Berita Terkait