Yulianus Thebu Meminta MRP, Keluarkan Maklumat Pilih Caleg Orang Papua Dalam Pemilu

Oleh Jams Aisoki

31 March 2019 07:01 2511 VIew

'' anggota Majelis Rakyat Papua, Yulianus Thebu''

Manokwari arfaknews.com - kurang lebih 2 minggu lagi, akan diadakan pesta Demokrasi Pilpres dan Pileg akan dilaksanakan pada 17 april mendatang, guna memilih wakil rakyat duduk di parlement dan preseiden.

Guna melindungi dan memberdayakan sertamengakui hak orang Papua berdasarkan Otonomi Khusus (Otsus), maka MRP segera mengeluarkan maklumat agar Masyarakat di tanah Papua wajib memilih Caleg berasal dari Orang Asli Papua (OAP).

Hal itu diungkapkan anggota Majelis Rakyat Papua, Yulianus Thebu, Jumat (29/3), mengatakan MRP hadir berdasarkan Amanat Otsus, untuk itu MRP harus bertindak berdasarkan amanat otsus yang ada.

"MRP  diminta untuk mengeluarkan maklumat, agar Orang Papua harus pilih orang Papuadalam Pileg, Pasalnya, UU Otsus pasal 28 point 3 dan 4 dijelaskan dalam rekuitmen, partai politik harus memprioritas orang Papua.

Kemudian partai politik harus mendapat pertimbangan dan persetujuan dari MRP, maka MRP harus mengeluarkan maklumat agar orang Papua pilih orang Papua, mengapa itu bisa terjadi, karena kapan lagi orang papua mau jadi tuan di tanah Sendiri, tegas Yulianus.

Dijelaskan, melihat saudara berasal dari luar, mereka itu memiliki  kemampuan, sehingga meraih suara dari OAP, untuk itu MRP bisa menjaga kesenjangan, sehingga orang papua bisa hidup damai, karena ada keterwakilan OAP di DPR.

Di himbau bagi warga agar tidak memilih caleg dalam Pileg yang tidak berkompeten, Masyarakat harus memilih orang Papuasepantasnya duduk di DPR, tidak boleh memilih caleg gunakan politik uang, Harus memilih orang Papua, walaupun terlihat sederhana, bahkan warga pun diminta untuk memilih bukan berasal keluarga sekalipun, namun kalau yakin itu layak dan pantas menjadi Pemimipin di dewan maka harus memilihnya, ungkapnya.

Yulianus mengatakan pula, sedang berfikir  untuk mengajak orang Papua untuk tidak berfikir sukuisme, melainkan dalam politik mereka harus memilih orang Papua layak duduk DPR, terkait sistem kepertaian dalam pemilu, berharap ada kebijakan khusus agar mempriorotaskan OAP sesuai amanat otsus itu, sehingga tidak terjadi saling gesek akhirnya menimbulkan konflik ditengah masyarakat.

Karena itu, menghimbau agar setiap warga hidup di tanah Papua agar paling tidak mereka dapat bercermin dengan undang-undang otsus ini, dikatakan Orang Papua, tidak pernah mencalonkan diri di Jawa, Sumatra, Sulawesi, sehingga meminta agar memberi kesempatan pada anak Papua, supaya tidak terjadi konflik kepentingan.

Dipikirnya, kalau semua orang hidup di tanah Papua ini memberikan hak pada orang Papua, maka orang Papua juga tidak akan memberikan stagment keras nantinya menciptakan konflik,  namun sebenarnya hal ini tidaklah di inginkan, ujarnya.

Berita Terkait