FLLMI Inginkan Orang Asli Papua Duduk di DPR RI dan DPD RI

Oleh Redaksi

06 April 2019 07:01 758 VIew

''dalam Pileg agar orang Asli Papua wajib menduduki kursi DPD dan DPR RI di Senayan.''

Hal ini dilontarkan Kordintor Wilayah Manokwari FLLMI, Rusmadunin Kelukusa, keteikan memberikan siaran persnya, memberikan apresiasi pada Majelis Rakyat Papua (MRP), serta berharap pada MRP agar dibuat dalam suatu regulasi yang memberikan afirmasi politik terhadap orang asli papua dalam menduduki Kursi DPD dan DPR RI.

Menyikapi maklumat dikeluarkan MRP, sangat memberikan apresiasi pada MRP sebagai lembaga Kultur, telah mengeluarkan Maklumat terkait dengan keikutsertaan, orang asli Papua dalam Hajatan Pesta Demokrasi 17 April 2019 mendatang.

Menyikapi maklumat tersebut, menyampaikan lebih efektif jika maklumat tersebut dibuat dalam suatu produk hukum, mengatur terkait affirmasi kursi dalam Pileg.

Disorotinya adalah kursi DPD dan DPR RI, dimana banyak sekali telah ikut berlaga dalam perebutan 3 Kursi DPR RI, Demi menghormati tiga semangat Otsus, yakni keberpihakan,  perlindungan dan pemberdayaan, lebih efektinya kursi DPR RI dan DPD RI, harus diduduki semua orang asli Papua", Ucap Rusman, Kamis (5/4).

Lebih Lanjut,  Forum legislatif Mahasiswa Indonesia ini menilai, Berbicara konteks Indonesia di Papua, terlihat berapa banyak orang asli Papua ada di DPR RI.

Kehadiran Orang Papua di DPR RI adalah salah satu bentuk, Negara menghargai UU Otsus dalam Bingkai NKRI, sehingga berharap MRP bersama DPR harusnya melahirkan suatu produk hukum, tentang Caleg DPR RI dan DPD RI pada periode berkutnya.

Kata Rusman, DPD dan DPR RI itu mewakili daerah, maka wajib diduduki Orang Asli Papua, sebab Kalau persoalan Provinsi dan Kabupaten tidak terlalu disoroti, paling di soroti adalah DPR RI dan DPD RI, Ujarnya.

FLLMI Meminta Menkopolhukam, agar melihat DPD RI dan DPR RI agar tidak diisi orang Non Papua. Prinsipnya menghargai semangat dari teman-teman Non Papua mencalonkan diri sebagai DPR RI atau DPD RI perwakilan Papua Barat, namun untuk lebih melihat Papua sebagai wilayah Otsus maka kursi itu baiknya diberikan kepada orang asli Papua, karena menurutnya, hanya orang asli papua yang tahu tentang esensi persoalan di tanah Papua.

Diungkapkan, dinamika Konflik di Papua belum bisa diselesaikan oleh negara melalui perwakilan DPR RI selama ini, karena kebanyakan orang-orang yang duduk disana belum mengerti konteks bagaimana membangun Papua.

Karena itu, berharap pada MRP agar jangan hanya maklumat diberikan, namun harus ada sebuah afirmasi politik diberikan pada orang asli Papua dalam menduduki jabatan Politik di pusat, agar Papua wakili Papua,  bukan papua diwakili oleh orang lain".

ini merupakan amanat otsus dalam semangat keberpihakan, sehingga semangat keberpihakan itu harus ditunjukan dari sekarang, untuk menduduki orang asli Papua di DPD dan DPR RI, agar kelihatan wajah keindonesiaan Papua dalam pengambilan kebijakan Politik di Pusat".

"Perwakilan Papua di pusat dalam lembaga Politik, itu ada dua yakni DPD dan DPR RI, tetapi misalnya kalau kursi itu ketika direbut oleh orang lain, maka tidak terlihat semangat otsus itu disana.

Sementara  pihaknya menyampaikan usulan orang asli Papua ada duduk kursi DPD RI dan DPR RI, hal itu telah menunjukan bahwa wajah Papua ada dalam Indonesia tetapi kalau tidak ada orang Papua disana, hal itu menunjukan bahwa Papua tidak ada dalam Indonesia karena tidak terwakili disana.

Karena itu, kursi DPD RI dan DPR RI harus memperlihatkan wajah dari Daerah tersebut, maksudnya dalam kursi itu harus menunjukan orang daerah berada di sana, dan tak boleh diwakili oleh orang lain.

Di inginkan pula, adanya afirmasi politik pada OAP, dimana saat ini ketika ada wajah lain selain OAP di senayan, sehingga diharapkan harus dibatasi ruang itu sehingga hanya OAP saja berada disana, karena ini mewakili daerah, Jangan sampai ketika didengar  DPR RI perwakilan Papua atau Papua Barat, baru bukan orang Papua ini kelihatan tidak bagus. Jadi kalau ada perwakilan Papua maka  yang hitam dan keriting harus ada disitu, terserah dari suku Papua mana yang duduk disana, tapi yang pasti bahwa 3 kursi itu harus dikhususkan kepada orang Papua. harapanya.

Berita Terkait