Terkit Pemilu, Musda dan Rapim DPD KNPI Teluk Wondama di Tunda

Oleh Jams Aisoki

08 April 2019 07:01 130 VIew

''Pengurus KNPI Papua Barat dan DPD KNPI Teluk Wondama''

Manokwari arfaknews.com - Berdasarkan hasil Pleno DPD KNPI Papua Barat, agar sejumlah DPD KNPI di beberapa daerah di Kabupaten/Kota se-Papua Barat telah habis masa kepemimpinannya, agar melaksanakan Musda sebelum Pemilu, salah satunya Kabupaten Telah Wondama.

Sekretaris Panitia Rapim dan Musda DPD KNPI Wondama, Richard Mayor menerangkan pihaknya telah siapa melaksanakan Rapim dan Musda namun karena ada intruksi dari DPD KNPI Papua Barat, sehingga kegiata rencanaya akan di gelar mengalami penundaan.

Dalam rangka penyelenggaraan Rapim dan Musda, panitia sudah mengambil langkah, melakukan konsolidasi di tingkat Distrik, berdasarkan tugas dan kepercayaan diberikan.

Dalam pelaksanaanya, dibutuhkan dukungan dan masukan dari DPD KNPK Papua Barat, sehingga (Panitia) bersama Wakil Ketua DPD KNPI Wondama bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi, didatang untuk bertemu dengan Pimpinan DPD KNPI Papua Barat dalam rangka menggelar kegiatan Rapat Pimpinan dan Musda DPD KNPI Teluk Wondama.

Pihaknya telah mendapatkan petunjuk dari DPD KNPI Papua Barat, sebab kegiat itu bersamaan dengan adanya pemilu,  sehingga petunjuk dari KNPI Papua Barat, agar dalam pelaksaan Rapim dan Musda di tunda.

Pada prinsipnya, pihaknya sudah siap melaksanakan kegiatan, namun dengan penundaan ini,  justru menambah kesiapan dari kepanitian, kata Richard saat di temui awak media, Senin(8/4).

Dijelaskan, berdasarkan pengalaman dalam kepengurusan, salah satu DPD KNPI dari 13 Daerah di Papua Barat, KNPI memiliki banyak masalah terutama DPD Kanpi Teluk Wondama, bahkan ke pengurusannya  pernah dibekukkan, sehingga berpengaruh terhadap penyelenggara. Jelasnya.

Panitia miliki tekad bulat, dalam penyelenggraan nanti, akan melalukan prosesi inisiasi atau Ikrar pemuda sebagai prosesi yang merupakan keunikan di Pemuda Wondama, agar pemuda di wondama harus tampil didepan, dari 13 Distrik di Teluk Wondama, telah berkonsolidasi di delapan Distrik, sehingga dengan penundaan ini akan maksimalkan Konsolidasi.

Senada disampikan, Wakil Ketua Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi, DPD KNPI Teluk Wondama, Marthen Marani, menambahkan terkait dengan Konsolidasi DPD KNPI di Wondama, memang 3 tahun sebelumnya mengalami kefakuman, sehingga proses tidak dilaksanakan dengan baik hingga akhir periode. Walaupun, selama ini memang pemerintah Daerah sendiri telah memberikan dukungan dalam bentuk hibah pada KNPI, Ujar salah salah satu Mantan Kepala Distrik di Teluk Wondama.

Harapannya, dalam pelaksanaan Musda nanti, secara teknis akan diatur waktu agar ada pelantikan Pengurus KNPI di Tingkat Distrik dan OKP sudah ada, belum dilantiknya kepengurusan hingga kini, sehingga dalam Rapim atau Musda mereka boleh terlibat sebagai peserta, sehingga dapat memenuhi kriteria sesuai dengan AD/ART KNPI.

Jumlah OKP ada hingga kini, hanya tiga terdaftar secara resmi di Kesbangpol dan hingga hari ini mereka beraktivitas di Masyarakat.

Berdasarkan Musda sebelumnya, banyak OKP terdaftar, namun hanya mandat, bukan SK, Prinsipnya suatu mandat hanya berlaku tiga bulan dan tidak diperpanjang dari OKP yang memberikan mandate, Sehingga jika masa waktu mandat tersebut berakhir maka tidak berlaku, sehingga diketahui dan terdaftar di kesbang hanya tiga OKP saja, Jelasnya.

dengan adanya Panitia yang ada, dapat melaksanakan tugas dengan baik, kemarin didapatkan edaran dari DPD KNPI Papua Barat, agar rapim dan Musda ditunda hingga selesai Proses Pemilu Pada 17 April 2019.

Dikonfirmasi, Sekretaris DPD KNPI Papua Barat, Jimmy Liusanda, membenarkan adanya penundaan Rapim dan Musda di Kabuapaten Teluk Wondama.

Sesuai dengan hasil Pleno DPD KNPI Papua Barat, mengakhiri masa periodenya agar menyelenggarakan Musda sebelum pemilu, melalui surat tertulis ke setiap DPD salah satunya DPD Wondama.

Dalam Rangka Rapim dan Musda di Wondama, sesungguhnya sudah siap, namun panitia berpendapat dalam, Pemilu akan dating ini, pemuda di Papua Barat diminta untuk mensukseskan Pemilu, untuk itu agenda internal Rapim, Musda dan lain-lain, sesuai dengan Keadaan kita hari ini maka ditunda hingga Pemilu selesai.

Di himbau agar DPD KNPI Wondama menyiapkan Proses-proses konsolidasi, dengan harapan dalam Musda nanti, harus mengkhiri semua polemik di DPD KNPI Wondama, agar dengan wadah KNPI ini pemuda dapat berkarya di masyarakat sebagaimana layaknya.

Beberapa hari itu lalu, Fak-Fak juga alami hal serupa. berselang beberapa jam sebelum Musda, ada surat edaran dari daerah untuk Penundaan Musda hingga pemilu selesai.

Karena itu, di harapkan pada pengurus DDP KNPI  Wondama, Fak-Fak, Maybrat, Raja Ampat dan Tambrauw, agar dapat melaksakan Musda setelah pemilu selesai, Karan dalam rapat pleno kita telah memberikan sinyal kepada setiap DPD agar konsolidasi cukup lama ini harus dituntaskan, karena dalam tahun 2019, KNPI Papua Barat ini akan melaksanakan Musda.

pihaknya sendiri mendukung dalam hal komunikasi, baik mekanisme, substansi dari Musda, termasuk melihat DPD yang baik kesiapan teknis dan Non Teknis belum bisa didukung 100 persen,.

Dijelaskan pula ada DPS  masa periodenya telah selesai, tapi kemudiaan terkendala dengan hal teknis, sehingga knpi akan mengupayakannya.

Meminta pada sejumlah DPD KNPI di 13 Kabupaten/Kota se-Papua Barat, OKP/OKPI, Potensi Pemuda lainnya, agar bersaama-sama dalam mensukseskan Pemilu Damai ini, terangnya.

 

 

Berita Terkait